LANDAK – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di Kabupaten Landak mulai menunjukkan progres, dengan 44 titik desa telah memasuki tahap pembangunan gedung dari total target 156 unit sesuai jumlah desa yang ada.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 1210/Landak Letkol Kav Andy Setio Untoro menjelaskan, percepatan pembangunan tersebut merupakan bagian dari target nasional gelombang pertama yang menargetkan rampungnya puluhan ribu koperasi di seluruh Indonesia hingga pertengahan 2026.
“Sampai dengan hari ini, kita sudah terpenuhi kurang lebih 44 titik Desa untuk gedung Koperasi Merah Putih,” ujar Andy Setio Untoro saat ditemui bersama Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kapten Arm Suparman di Landak.
Ia menegaskan, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan tahap awal di Landak dapat selesai pada akhir Juli 2026, sejalan dengan program nasional yang menyasar sekitar 35.000 unit koperasi pada gelombang pertama.
“Karena rencana secara nasional gelombang satu targetnya adalah 35.000 yang sudah terbangun untuk koperasinya, di seluruh Indonesia,” kata Andy.
Dari progres yang ada, dua lokasi yakni Desa Amboyo Utara dan Desa Darit telah mencapai penyelesaian 100 persen. Sementara itu, Desa Paloan dan Desa Kayu Tanam berada pada kisaran 95 hingga 98 persen.
“Diharapkan rencana kita maksimalkan hari ini sudah bisa 100 persen. Sehingga di akhir sampai dengan tanggal 31 Juli ini di Landak ini sudah selesai empat titik yang 100 persen,” jelasnya.
Meski pembangunan fisik berjalan, distribusi sarana dan prasarana (sarpras) penunjang koperasi seperti kendaraan operasional belum diterima di wilayah Kalimantan, termasuk Landak. Hingga saat ini, distribusi masih difokuskan di Pulau Jawa.
“Sementara kita masih nunggu petunjuk dari pusat, karena sementara untuk yang sudah terdistribusi itu di wilayah Jawa saja. Karena kan memang bertahap, nanti apakah sistemnya semuanya terpenuhi dulu di Jawa,” terangnya.
Ia menambahkan, peresmian koperasi kemungkinan akan dilakukan lebih dahulu, sementara pemenuhan sarpras akan dilakukan secara bertahap mengikuti kesiapan masing-masing daerah.
“Terkait masalah sarpras yang sudah disampaikan, baik ada kendaraan roda empat mau pun fasilitas penunjang lainnya, nanti akan secara bertahap akan disalurkan ke tiap-tiap Kota atau pun Labupaten yang sudah terbangun 100,” bebernya.
Dengan kondisi tersebut, kepastian jadwal distribusi sarpras di wilayah Kalimantan masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat. “Bukan hanya di Landak, tetapi terutama di wilayah kita Kalimantan belum ada, sementara masih fokus di wilayah Jawa,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara