Infrastruktur Desa Jadi Kunci, Warga Sungaipinang Sampaikan Aspirasi

PELAIHARI – Aspirasi pembangunan berbasis kebutuhan desa kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahlaut (Tala), dengan sorotan utama pada akses infrastruktur jalan yang dinilai krusial bagi konektivitas wilayah pedesaan.

Warga menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa sebagai bagian dari penguatan sistem pembangunan terintegrasi. Jalur alternatif Tambangulang–Banyuirang di Desa Sungaipinang menjadi salah satu contoh infrastruktur yang dinilai mendesak untuk segera diperbaiki karena menghambat mobilitas masyarakat.

Salah seorang warga Pelaihari, Syarif, berharap pembangunan ke depan makin merata hingga ke desa-desa. “Semoga pembangunan tambah banyak lagi menjangkau desa-desa. Jalan, fasilitas umum, dan lainnya,” ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan Rina yang kerap melintasi jalur tersebut. Ia menilai kondisi jalan yang rusak parah menjadi ancaman keselamatan, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan makin parah, licin dan lubang-lubang penuh air. Kami berharap dapat diaspal mulus seperti dulu lagi, karena jalur itu cukup penting bagi warga,” ujarnya.

Bupati Tanahlaut (Tala) Rahmat Trianto menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah yang inklusif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. “Perencanaan harus berkualitas dan berbasis aspirasi masyarakat. Ini momentum penting untuk merumuskan arah pembangunan Tala ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan pembangunan desa menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Ia menekankan tiga fokus utama dalam Musrenbang, yakni penyelarasan prioritas pembangunan, peningkatan kualitas usulan, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Tala tetap mendorong optimalisasi program prioritas dengan memanfaatkan teknologi serta memastikan setiap usulan dari desa dan kecamatan melalui proses pembahasan yang matang.

Melalui forum ini, pembangunan diharapkan tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih luas dan terhubung. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dana Desa SBD Terhambat, Baru 3 Desa Ajukan Pencairan

PDF đź“„TAMBOLAKA – Proses pencairan dana desa tahap I tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat …

12 Kalurahan Baru Jadi Desa Rintisan Budaya di Bantul

PDF đź“„BANTUL – Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal dengan penambahan 12 kalurahan …

80 Tahun Menanti, Desa Kiuola TTU Dapat Jembatan Pertama

PDF đź“„KEFAMENANU – Warga Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *