Aksi Tanam Pisang Picu Percepatan Perbaikan Jalan di Indramayu

INDRAMAYU – Tekanan publik dari warga Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, mendorong percepatan perbaikan infrastruktur jalan desa yang selama bertahun-tahun rusak, ditandai dengan aksi simbolik penanaman pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut muncul akibat kondisi jalan sepanjang sekitar satu kilometer yang dipenuhi lubang dan kerap tergenang saat hujan, sehingga menghambat mobilitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Warga setempat, Darkim, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan, bahkan upaya penanganan sebelumnya dinilai hanya bersifat sementara.

“Kondisinya lebih parah dari sini sampai ke sana. Rusak semua, bahkan di beberapa titik warga menanam pohon pisang. Kalau hujan, jalannya banjir dan makin parah,” ujar Darkim.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan jalan secara permanen.

“Harapan warga ya cepat-cepat minta dibangun itu aja. Minta Bapak Lucky Hakim mohon, mohon kehadirannya cepat dibangun Desa Gadingan,” kata Darkim.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu menyatakan telah melakukan survei lapangan serta menyiapkan rencana teknis perbaikan jalan melalui proyek betonisasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Indramayu, Maulana Malik, menjelaskan bahwa proyek pembangunan jalan ruas Sudikampiran–Gadingan telah masuk dalam prioritas anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp3,5 miliar.

Ia merinci bahwa jalan yang akan dibangun memiliki panjang 1,4 kilometer, lebar 5 meter, dan ketebalan beton 20 sentimeter, dengan target penyelesaian selama 90 hari kalender setelah proses tender selesai.

Sambil menunggu proses lelang, PUPR Indramayu akan melakukan penanganan sementara untuk mengurangi dampak kerusakan jalan terhadap pengguna.

“Besok kami kirim material untuk pengurukan lubang agar pengendara lebih nyaman. Kami mohon kerja sama masyarakat, nanti pohon pisangnya dipindahkan agar jalan bisa diratakan dan digilas dulu,” tambah Maulana.

Secara keseluruhan, Pemkab Indramayu mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp250 miliar pada 2026, dengan fokus pada pembangunan jalan, jembatan, serta irigasi.

Meski tingkat kemantapan jalan kabupaten telah mencapai sekitar 88 persen, sejumlah titik seperti Desa Gadingan masih menjadi perhatian karena kondisi kerusakan yang cukup berat.

Aksi warga yang viral di media sosial dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan respons pemerintah, sekaligus menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat desa dalam mengawal pembangunan.

Jika proyek betonisasi terealisasi tepat waktu, perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara, tetapi juga memperkuat konektivitas desa serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Perbaikan infrastruktur di Desa Gadingan pun menjadi ujian bagi efektivitas pemerintah daerah dalam merespons aspirasi masyarakat serta memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dana Desa SBD Terhambat, Baru 3 Desa Ajukan Pencairan

PDF đź“„TAMBOLAKA – Proses pencairan dana desa tahap I tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat …

12 Kalurahan Baru Jadi Desa Rintisan Budaya di Bantul

PDF đź“„BANTUL – Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal dengan penambahan 12 kalurahan …

80 Tahun Menanti, Desa Kiuola TTU Dapat Jembatan Pertama

PDF đź“„KEFAMENANU – Warga Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *