KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa (Pemdes) Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memperkuat langkah menuju konsep desa mandiri dan terintegrasi melalui rapat koordinasi lintas unsur yang membahas pembangunan, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi lokal berbasis budaya dan pariwisata.
Rapat yang dihadiri berbagai elemen desa, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua rukun tetangga (RT), kepala dusun, tokoh adat, hingga perlindungan masyarakat (Linmas), menjadi ruang konsolidasi dalam merancang arah pembangunan desa yang berkelanjutan dan inklusif.
Kepala Desa (Kades) Sekerat, Sunan Dhika, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen sebagai fondasi menuju desa yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga kuat dalam identitas sosial dan budaya.
“Pemerintah desa mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dan kerja bersama demi mendukung kemajuan Desa Sekerat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah percepatan pembangunan jalan kabupaten sepanjang kurang lebih 17 kilometer yang menghubungkan Blok Beruang hingga kawasan objek wisata. Infrastruktur ini dinilai menjadi kunci dalam membuka akses ekonomi dan mempercepat konektivitas desa dengan wilayah lain.
Pemdes Sekerat berencana menindaklanjuti pembangunan tersebut melalui pengajuan surat resmi, proposal, serta rencana hearing dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dan pihak perusahaan.
Menurut Sunan Dhika, komitmen pembangunan sebelumnya telah disampaikan pihak perusahaan dalam Festival Sekerat Nusantara 2025 berupa semenisasi sepanjang 7 kilometer, sementara sisanya diharapkan mendapat dukungan dari Pemkab Kutim.
Selain infrastruktur, rapat juga menyoroti peningkatan kualitas pelayanan dasar, khususnya akses listrik, air bersih, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Sekurau Bawah yang masih menjadi keluhan masyarakat.
Di sektor keamanan, Pemdes bersama unsur terkait berencana mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) serta pemasangan kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV) sebagai langkah preventif menjaga stabilitas sosial desa.
Tak hanya itu, penguatan identitas desa juga diwujudkan melalui persiapan Festival Sekerat Nusantara 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Kegiatan ini akan mengedepankan budaya lokal Kutai sebagai pembuka, serta kolaborasi lintas budaya yang mencerminkan keberagaman masyarakat desa.
Pemdes juga tengah mengembangkan destinasi wisata baru, Kertak Ulin Sawah, sebagai bagian dari strategi diversifikasi potensi desa berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam bidang sosial keagamaan, pemerintah desa merencanakan peningkatan insentif bagi tujuh ustaz melalui alokasi dana kompensasi sebesar Rp1 juta per orang per bulan sebagai bentuk dukungan terhadap peran keagamaan di masyarakat.
Berbagai program lain turut dibahas, seperti penataan pasar, pembangunan area parkir, penimbunan bahu jalan, hingga penyediaan tempat penampungan sampah desa yang sebagian didukung melalui skema corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Di akhir rapat, peserta menekankan pentingnya transparansi, komunikasi, dan sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan agar seluruh kebijakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong Desa Sekerat berkembang sebagai desa yang terintegrasi, berdaya saing, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara