Desa Wia-Wia Jadi Pusat Pelestarian Budaya dan Toleransi

KOLAKA TIMUR – Rangkaian upacara adat dan keagamaan umat Hindu di Desa Wia-Wia, Kecamatan Poli-Polia, menyoroti harmonisasi budaya dan spiritualitas sebagai fondasi pembangunan sosial di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Kegiatan ini menekankan peran masyarakat dalam melestarikan adat, sekaligus menjadi ajang penguatan nilai gotong royong dan kerukunan antarumat beragama.

Pelaksanaan upacara yang digelar oleh Desa Adat Udaya Giri meliputi Upacara Memungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini, hingga Tawur Manca Sanak Agung. Khidmatnya rangkaian ini terlihat di Pura Udaya Giri dan sejumlah pura lainnya, dengan tujuan penyucian tempat ibadah, ungkapan syukur, serta permohonan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Uniknya, rangkaian kegiatan ini juga mencakup Upacara Mosehe, yang mencerminkan harmonisasi kearifan lokal antara budaya Bali dan adat Tolaki. Pelaksanaan Tawur Manca Sanak Agung sebagai bagian dari Bhuta Yadnya menjadi simbol penting menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, sebagaimana diwartakan Kolakaposnews, pekan lalu.

Plt. Bupati Koltim, Yosep Sahaka, hadir langsung dalam kegiatan ini dan menekankan nilai spiritual sekaligus sosial yang terkandung dalam upacara. “Upacara ini menjadi cerminan harmonisasi hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Ini adalah nilai luhur yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, pimpinan dan anggota DPRD Koltim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat luas. Yosep juga memberi apresiasi kepada panitia, Ida Pandita, Jero Mangku, dan krama Desa Adat Udaya Giri atas suksesnya kegiatan.

Hingga akhir 2025, jumlah umat Hindu di Koltim tercatat sekitar 12.000 jiwa yang tersebar di hampir enam kecamatan. Masyarakat transmigrasi asal Bali dianggap memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pertanian, ekonomi, dan pendidikan. Yosep menegaskan momentum ini harus dimanfaatkan seluruh warga untuk mempererat persatuan, menjaga kerukunan, dan menjadikan nilai adat serta keagamaan sebagai fondasi kehidupan harmonis, damai, dan sejahtera. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bupati Kudus Apresiasi Tradisi Sewu Kupat, Target Wisata Naik

PDF 📄KUDUS – Tradisi Sewu Kupat menjadi puncak perayaan Idulfitri di Kabupaten Kudus, sekaligus mendorong …

Ritual Nabok Panyugu Awali Serangkaian Gawai Naik Dango

PDF 📄KUBU RAYA – Tradisi Naik Dango, upacara syukuran panen padi masyarakat Dayak Kanayatn, kembali …

SMK Membangun Desa Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Belu

PDF 📄BELU – Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa mendapat dorongan nyata melalui program SMK …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *