KARO – Publik kembali menyoroti Amsal Sitepu, yang belakangan ramai diperbincangkan karena terseret dalam kasus dugaan markup pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Kasus ini memantik perbincangan mengenai keadilan bagi pelaku industri kreatif yang dituduh merugikan negara.
Amsal Christy Sitepu bukan hanya dikenal sebagai videografer, tetapi juga sebagai Direktur CV Promiseland, perusahaan yang didirikannya pada 8 November 2019. Selain videografi, ia mengelola berbagai usaha, mulai dari penjualan sate hingga kafe, menunjukkan kiprahnya sebagai wirausahawan.
Melalui akun Instagram pribadinya, @amsalsitepu, Amsal membagikan momen perjalanan ke luar negeri, seperti Jepang, India, Myanmar, Rajasthan, Korea Selatan, Singapura, dan Amerika Serikat. Aktivitasnya yang luas di media sosial membuat kasus hukum yang menjeratnya mendapat sorotan publik lebih besar.
Salah satu tanggapan datang dari Ramond Dony Adam, yang lebih dikenal sebagai DJ Donny. Ia menilai kasus ini mencerminkan ketidakadilan terhadap pegiat industri kreatif. “Lagi-lagi, skrg pegiat industri kreatif dituduh merugikan negara! Makin hari kalian makin jahanam! Kita tidak boleh diam. Karena hari ini mungkin ini terjadi pada orang lain, tapi bukan tidak mungkin suatu saat hal yang sama akan menimpa kita. Ketika seseorang yang bekerja dengan jujur, profesional, dan sesuai aturan justru diseret ke dalam persoalan hukum tanpa dasar yang jelas, maka sesungguhnya yang terancam bukan hanya satu orang, tetapi rasa keadilan kita semua,” tulis DJ Donny di akun Instagram-nya.
Kasus ini memicu diskusi luas tentang perlindungan bagi kreator dan wirausahawan muda yang berinovasi di berbagai bidang usaha.[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara