LYULIANG – Pemerintah China memperkuat komitmen peningkatan layanan lansia di wilayah pedesaan melalui Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan terbatasnya akses layanan perawatan di desa.
Kebijakan tersebut muncul di tengah realitas yang dihadapi warga desa, seperti di Desa Xiaocheng, Kota Lyuliang, Provinsi Shanxi, di mana seorang mantan perawat, Ma Jinlian, kini merawat lebih dari 20 lansia di kampung halamannya. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Partai desa setempat.
“Masalah yang dihadapi para lansia di daerah pedesaan adalah mereka sering kali hanya menerima pensiun yang terbatas dan harus bergantung pada anak-anak mereka untuk mendapatkan dukungan. Namun, karena banyak anak yang pindah ke daerah perkotaan untuk mencari kerja dan mereka yang tetap tinggal harus berjuang dengan pekerjaan bergaji rendah serta bertani, layanan perawatan lansia sering kali tidak terjangkau,” kata Ma.
Fenomena urbanisasi yang mendorong generasi muda meninggalkan desa membuat banyak lansia hidup tanpa dukungan memadai. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan pendapatan dan minimnya layanan perawatan yang terjangkau di wilayah pedesaan.
Data menunjukkan, populasi berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 25 persen dari total penduduk China pada 2030, dengan hampir separuhnya tinggal di pedesaan. Dalam forum Dua Sesi (Two Sessions), Ma yang juga anggota Kongres Rakyat Nasional (National People’s Congress/NPC) mendorong perhatian lebih terhadap kelompok lansia desa agar memperoleh layanan berkualitas dan kehidupan yang layak.
Pemerintah merespons melalui Rencana Lima Tahun ke-15 yang menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Dalam dokumen tersebut, terdapat 20 indikator pembangunan ekonomi dan sosial, dengan tujuh di antaranya berfokus langsung pada kesejahteraan, termasuk layanan lansia, kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat.
Peneliti Akademi Riset Makroekonomi China (Chinese Academy of Macroeconomic Research/CAMR) Zhang Linshan menyebut rencana ini sebagai sinyal kuat pendekatan pembangunan berpusat pada rakyat.“Hal ini menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sehingga menciptakan siklus positif yang membuat kehidupan menjadi lebih aman dan menjanjikan bagi semua orang,” katanya.
Presiden Xi Jinping juga menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat menjadi inti modernisasi China, termasuk melalui peningkatan layanan publik, jaminan sosial, dan pemerataan pendapatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pemerintah menargetkan peningkatan harapan hidup rata-rata menjadi 80 tahun pada periode 2026–2030. Upaya yang dilakukan meliputi optimalisasi layanan dasar lansia, pengembangan asuransi perawatan jangka panjang, peningkatan fasilitas bagi lansia disabilitas atau demensia, serta perluasan layanan rehabilitasi.
Selain itu, sebanyak 109 proyek strategis disiapkan, termasuk peningkatan investasi pada sektor kesejahteraan dan infrastruktur sosial. Pemerintah pusat juga meningkatkan standar pensiun minimum serta memperluas subsidi dan renovasi fasilitas, termasuk panti lansia dan permukiman lama.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan penuaan penduduk sekaligus memperkecil kesenjangan layanan antara desa dan kota, sehingga lansia di pedesaan dapat menikmati kehidupan yang lebih layak dan sejahtera. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara