DHAKA – Bank Sentral Bangladesh (Bangladesh Bank/BB) menyiapkan langkah antisipatif dengan mencari tambahan pembiayaan eksternal sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat guna meredam tekanan ekonomi akibat konflik Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas neraca pembayaran dan impor energi.
Gubernur BB Md Mostaqur Rahman menyampaikan bahwa strategi ini diambil untuk menjaga keseimbangan balance of payments (BoP) di tengah situasi global yang tidak menentu. “Kami mengadopsi strategi yang hati-hati untuk menjaga keseimbangan neraca pembayaran (BoP) dalam situasi luar biasa ini,” ujarnya dalam diskusi dengan jurnalis ekonomi sebagaimana diwartakan Dhaka Tribune, Minggu, (30/03/2026).
Ia menjelaskan, pembicaraan awal dengan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) telah dilakukan, sementara Divisi Hubungan Ekonomi (Economic Relations Division/ERD) turut menjajaki sumber pendanaan alternatif. BB juga memastikan cadangan devisa nasional masih berada pada tingkat aman.
Wakil Gubernur BB Kabir Ahmed menambahkan, cadangan devisa saat ini cukup untuk menutup kebutuhan impor meski konflik berlangsung hingga tiga sampai empat bulan ke depan. “Nilai tukar tetap stabil tanpa intervensi langsung, dan kami tidak melihat adanya volatilitas besar dalam waktu dekat,” katanya.
Tekanan terhadap BoP diperkirakan akan mereda pada pertengahan tahun, didukung lonjakan remitansi saat Idul Adha serta pencairan dana IMF. Pemerintah juga tengah mengupayakan kerja sama antarnegara (government to government/G2G) untuk impor bahan bakar dengan harga lebih rendah atau skema hibah guna menjaga stabilitas harga energi domestik.
Selain itu, BB memprioritaskan pengendalian inflasi akibat kenaikan harga minyak global dan penguatan dolar. Fokus kebijakan dalam negeri diarahkan pada sektor pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembukaan kembali pabrik yang sempat tutup pasca gejolak 2024 sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara