PALEMBANG, DESA – NUSANTARA: Upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis lingkungan terus digencarkan di Sumatera Selatan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah melalui penyaluran limbah daur ulang ke Destinasi Edukasi Wisata (Desa) Quran di Kecamatan Kalidoni, Palembang.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Program Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) yang diinisiasi OJK Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Sumsel. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada literasi keuangan, tetapi juga pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif dan keberlanjutan lingkungan.
“Saya mengimbau lembaga termasuk IJK dan dinas dinas yang ada untuk mengumpulkan barang-barang bekas seperti plastik agar dapat di daur ulang di Desa Quran. Karena di desa ini ada memilah sampah organik dan organis menjadi sesuatu yang memiliki nilai,” kata Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, dalam kegiatan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) Goes to Desa Quran Palembang, “Rabu, 18 Februari 2026”.
Desa Quran Kalidoni dinilai memiliki potensi sebagai pusat edukasi pengelolaan sampah sekaligus laboratorium kewirausahaan berbasis syariah. Di lokasi tersebut, sampah dipilah dan diolah menjadi produk bernilai tambah yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan SMSC Goes to Desa Quran juga melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel serta sejumlah perwakilan perbankan. Kolaborasi ini menegaskan integrasi antara literasi dan inklusi keuangan syariah dengan praktik ekonomi berkelanjutan di tingkat komunitas.
Program 100.000 Sultan Muda yang menjadi bagian dari inisiatif tersebut diarahkan untuk mencetak wirausaha muda yang adaptif terhadap isu lingkungan dan ekonomi kreatif. Dengan dukungan sektor jasa keuangan, penguatan kapasitas usaha berbasis masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus kesadaran pengelolaan lingkungan.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, OJK Sumsel menempatkan sektor keuangan bukan hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi berbasis nilai keberlanjutan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara