Poktan Sri Rejeki Panen Raya, Bukti Sukses Corporate Farming Desa

KEBUMEN, DESA – NUSANTARA: Sektor pertanian di Kabupaten Kebumen menunjukkan arah kemajuan yang semakin nyata seiring penerapan sistem Corporate Farming di tingkat desa. Inovasi pengelolaan pertanian berbasis manajemen kolektif ini dibuktikan melalui Panen Raya Padi yang dilaksanakan Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Desa Bagung, Kecamatan Prembun.

Panen raya tersebut menjadi penanda keberhasilan integrasi lahan pertanian seluas 5,3 hektare yang dikelola melalui satu pintu manajemen di bawah koordinasi Ketua Poktan Sri Rejeki, Agung Prabowo. Skema ini memungkinkan pengelolaan lahan dilakukan secara terencana, modern, dan efisien.

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kemampuan petani desa dalam mengadopsi sistem pertanian modern berbasis kemandirian. Menurutnya, penerapan Corporate Farming menjadi bukti bahwa transformasi pertanian menuju sistem yang lebih profesional dapat dilakukan dari tingkat bawah.

Hasil panen menunjukkan capaian produktivitas yang signifikan. Varietas padi Inpari 49 (Jembar) yang dikembangkan mampu menghasilkan panen hingga 10,5 ton per hektare (104,5 kw/Ha). Angka tersebut jauh melampaui rata-rata produksi padi di Desa Bagung yang selama ini berada di kisaran 6,5 ton per hektare (65,6 kw/Ha).

Agung Prabowo menjelaskan bahwa pemilihan varietas Inpari 49 didasarkan pada sejumlah keunggulan agronomis, antara lain ketahanan terhadap rebah, kualitas nasi yang pulen, serta daya tahan yang baik terhadap penyakit tanaman.

“Terima kasih kepada Pemkab Kebumen atas pendampingan yang luar biasa sehingga hasil panen kami hari ini berlimpah. Semoga panen ini menbawa keberkahan,” jelasnya.

Selain tata kelola yang terintegrasi, keberhasilan panen juga ditopang oleh pemanfaatan teknologi pertanian modern atau mekanisasi. Desa Bagung secara bertahap mulai meninggalkan metode konvensional dengan memanfaatkan drone untuk penyemprotan pupuk cair dan pestisida secara presisi, rotavator untuk percepatan pengolahan tanah, serta Combine Harvester guna meningkatkan efisiensi proses panen.

“Penggunaan teknologi ini membuat pekerjaan lebih ringan, hemat biaya produksi, dan hasil panen lebih maksimal. Ini adalah langkah nyata menuju swasembada pangan,” ujar Bupati Lilis Nuryani dalam Berbagainya.

Menariknya, seluruh permodalan dalam penerapan Corporate Farming tersebut dilakukan secara swadaya oleh anggota kelompok tani, tanpa ketergantungan penuh pada bantuan eksternal. Hal ini menunjukkan tingkat kemandirian dan kepercayaan diri petani dalam mengembangkan usahanya.

Melihat hasil yang menggembirakan, Poktan Sri Rejeki merencanakan perluasan lahan Corporate Farming hingga mencapai 25 hektare pada Masa Tanam (MT) II mendatang. Meski demikian, kelompok tani masih berharap adanya dukungan lanjutan berupa kepemilikan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara mandiri, mengingat saat ini pengolahan lahan masih dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Musrenbangdes Sindangkarya Bahas Prioritas Pembangunan 2026

PDF đź“„PANDEGLANG, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menggelar …

Kades Sindang Tekan Harga Telur Lewat Budidaya Ayam Petelur

PDF đź“„INDRAMAYU, DESA – NUSANTARA: Seorang kepala desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuktikan bahwa …

Pemangkasan Dana Desa Picu Keresahan Kades Kapuas Hulu

PDF đź“„KAPUAS, HULU DESA – NUSANTARA: Penerapan kebijakan pemangkasan Dana Desa (DD) pada Tahun Anggaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *