JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memfokuskan seluruh instrumen kebijakan nasional untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen, dengan menjadikan sektor pedesaan sebagai motor utama penggerak ekonomi. Pembangunan ekonomi dari akar rumput ini dinilai mampu memberikan efek domino terhadap stabilitas ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Strategi pembangunan desa tersebut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi canggih yang diharapkan dapat mentransformasi sektor pertanian tradisional menjadi lebih modern, efisien, dan produktif. Integrasi teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing ekonomi desa.
Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjalin kerja sama dengan PT Thara Jaya Niaga. Kolaborasi ini secara resmi disepakati pada penghujung tahun 2025 sebagai upaya memaksimalkan potensi sumber daya alam pedesaan melalui pemanfaatan inovasi lokal.
Kerja sama ini diarahkan untuk mendorong peningkatan pendapatan asli desa (PADes) secara signifikan, sekaligus menjadikan sektor pertanian tidak hanya sebagai penopang kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai mesin investasi yang mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat desa.
Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut, diharapkan pembangunan desa berbasis teknologi dapat mempercepat terwujudnya pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara