Mahasiswa Telkom Hadirkan Inovasi Kesehatan dan Pertanian Desa

PROBOLINGGO, DESA – NUSANTARA: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Berdampak Telkom University Kampus Surabaya meresmikan Alat Pemeriksaan Kesehatan Mandiri (APKM) dan Smart Tani Greenhouse di Desa Kedungdalem, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (22/12/2025). Program ini merupakan bagian dari inisiatif pengabdian masyarakat untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna di sektor kesehatan dan pertanian desa.

Peresmian dilakukan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan penggunaan, serta pengujian langsung bersama warga, kader Posyandu, dan kelompok tani setempat. Dua inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan temuan di lapangan, di mana layanan kesehatan Posyandu masih mengandalkan pencatatan manual, sementara sektor pertanian sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan metode budidaya yang belum terkontrol.

Kegiatan ini mendapat pendampingan dari tim dosen Telkom University, yakni Helmy Widyantara, Moh. Hamim Zajuli Al Faroby, dan Ahmad Wali Satria Bahari Johan, serta melibatkan tim mahasiswa BEM Berdampak lintas program studi.

Pada sektor pertanian, Smart Tani Greenhouse diperkenalkan sebagai sarana budidaya tanaman dalam rumah kaca yang memungkinkan pengelolaan lingkungan tanam lebih stabil dan teratur. Melalui sesi edukasi, warga diberikan pemahaman mengenai fungsi greenhouse, perawatan tanaman, serta manfaatnya dalam menjaga kualitas hasil pertanian dari cuaca yang tidak menentu.

Ketua kelompok tani Desa Kedungdalem menyampaikan bahwa program ini memberikan wawasan baru dalam pengelolaan pertanian. Menurutnya, keberadaan greenhouse membantu petani merawat tanaman secara lebih tertata sehingga hasil panen berpotensi lebih optimal.

Sementara itu, di sektor kesehatan, APKM diresmikan sebagai alat bantu pemeriksaan kesehatan dasar secara mandiri dan untuk mendukung pelayanan kader Posyandu. Warga dan kader Posyandu mengikuti pelatihan penggunaan APKM serta melakukan uji coba langsung guna melihat proses pencatatan hasil pemeriksaan yang lebih ringkas dan sistematis.

Perwakilan mahasiswa BEM Berdampak, Adekanz, menyatakan bahwa kehadiran APKM diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah digunakan.

Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui kegiatan ini, BEM Berdampak Telkom University Kampus Surabaya menegaskan peran mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga transfer pengetahuan agar masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi secara mandiri.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Desa Pagelaran Resmi Lantik 36 Ketua RT dan RW Terpilih

PDF 📄CIANJUR, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, resmi melantik para …

Desa Keude Matang Glumpang Dua Gelar Musrenbang Desa

PDF 📄BIREUEN, DESA – NUSANTARA: Masyarakat Desa Keude Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, …

Koramil 02/TP dan Warga Gelar Patroli Siskamling di Cempedak Rahuk

PDF 📄ROKAN, HILIR DESA – NUSANTARA: Upaya penguatan pembinaan teritorial (Binter) sekaligus menghidupkan kembali sistem …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *