BANDUNG, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Bandung mencanangkan Gerakan Tanami Halaman (GERTAMAN) di Kantor Kecamatan Soreang sebagai langkah strategis membangun kemandirian pangan berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan lahan tidak produktif.
Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, menegaskan bahwa GERTAMAN bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan gerakan nyata untuk memastikan setiap jengkal lahan, termasuk halaman rumah dan lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan, dapat menjadi lahan produktif.
“Sekarang di perkotaan sudah jarang lahan pertanian. Makanya, kita dorong agar setiap KK di Kabupaten Bandung memiliki lahan produktif, terutama lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan,” tegas Kang DS.
Melalui program GERTAMAN, Pemerintah Kabupaten Bandung memfokuskan penguatan ketahanan pangan pada komoditas sayur-mayur. Pada tahap awal pelaksanaan di Kecamatan Soreang, sebanyak tujuh jenis komoditas mulai ditanam, yakni bayam, selada bokor, bawang daun, buncis, wortel, kentang, dan pakcoy.
Tanaman tersebut diproyeksikan dapat dipanen secara bertahap dalam rentang waktu satu hingga enam bulan ke depan. Pengelolaan dan pemeliharaan tanaman sepenuhnya diserahkan kepada kader PKK setempat.
Kang DS menitipkan program GERTAMAN kepada sekitar 1.700 kader PKK se-Kabupaten Bandung, dengan harapan bibit tanaman yang bersumber dari APBD dapat tumbuh produktif dan berkelanjutan. Ia juga meminta kepala desa untuk aktif melakukan pengawasan serta mendorong pengolahan hasil panen menjadi bibit lanjutan.
Terkait pemanfaatan hasil panen, Kang DS menyebutkan bahwa GERTAMAN diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilayani oleh sekitar 361 dapur di Kabupaten Bandung.
Apabila terjadi surplus panen, hasilnya dapat dipasarkan melalui Kios Desa Mandiri Pangan (KDMP), diperdagangkan antardesa di Kabupaten Bandung, hingga dipasarkan ke wilayah sekitar seperti Kota Bandung, Cimahi, dan Sumedang. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Bandung siap memfasilitasi pemasaran hingga tingkat provinsi melalui jejaring APKASI.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara