Pemdes Ketawang Laok Tanggapi Perbaikan Jalan Swadaya

SUMENEP, DESA – NUSANTARA: Ketidakpastian perhatian pemerintah desa terhadap infrastruktur dasar mendorong warga Dusun Tabata, Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mengambil langkah mandiri. Jalan desa yang rusak parah dan telah lama dikeluhkan akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga tanpa dukungan nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Tokoh penggerak perbaikan jalan, Tammin, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Dusun Tabata sudah berlangsung lama dan belum tersentuh program pembangunan desa. Kondisi tersebut memaksa warga bergerak sendiri demi menjaga akses transportasi dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Menurut Tammin, sejak awal pengerjaan tidak terlihat adanya inisiatif serius dari Pemdes Ketawang Laok untuk membantu atau mencari solusi alternatif. Bahkan, kehadiran aparat desa dinilai sangat minim dan tidak berlanjut.

“Kosong deri kalebun, apelah gun nyongo’ sakejjek pareppaen kalakoan awal,” ujar Tammin, menggambarkan kekecewaan warga atas minimnya peran pemerintah desa.

Meski demikian, semangat gotong royong warga tetap terjaga. Dengan kemampuan seadanya, warga sepakat mengumpulkan dana secara patungan untuk menutup lubang dan meratakan permukaan jalan agar tetap dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kerusakan jalan selama ini sangat berdampak pada kehidupan warga, terutama saat musim hujan. Anak-anak sekolah kesulitan berangkat ke sekolah, sementara para petani mengalami hambatan saat mengangkut hasil panen.

“Atas dasar itu, kami sepakat memperbaiki jalan seadanya. Yang penting bisa dilewati meski belum sempurna,” tambah Tammin.

Namun, Tammin menegaskan bahwa perbaikan swadaya ini hanya bersifat sementara. Warga berharap Pemdes Ketawang Laok segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan permanen agar tidak terus bergantung pada gotong royong mandiri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Ketawang Laok, Khosnol Hotimah, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan pentingnya konfirmasi kepada pemerintah desa agar informasi yang disampaikan tetap berimbang dan akurat.

Menurutnya, pemerintah desa tidak pernah menutup mata terhadap kegiatan kemasyarakatan dan selalu mendukung gotong royong warga. Namun, ia menjelaskan bahwa tidak semua kebutuhan pembangunan dapat dibiayai melalui Dana Desa karena penggunaannya telah diatur oleh pemerintah pusat dan memiliki keterbatasan alokasi untuk infrastruktur.

“Dana Desa tidak bisa meng-cover semua kebutuhan. Penggunaannya harus berdasarkan skala prioritas,” ujarnya.

Khosnol Hotimah juga menepis adanya keterlibatan pihak luar yang disebut-sebut dalam isu tersebut. Ia menegaskan bahwa warga Dusun Tabata tidak mengenal pihak yang dimaksud dan yang bersangkutan tidak terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong.

Lebih lanjut, ia mencontohkan pembangunan kanopi masjid yang dilakukan melalui gotong royong atas inisiatif pemerintah desa tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Ia menambahkan bahwa bantuan pribadi yang pernah diberikan tidak dipublikasikan karena dianggap sebagai bentuk kepedulian yang tidak perlu diekspos.

Hingga kini, perbaikan jalan di Dusun Tabata masih dilakukan secara bertahap. Warga berharap ke depan pemerintah desa dapat lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur dasar yang menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat luas.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Bupati Mamasa Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Sibanawa

PDF đź“„MAMASA, DESA – NUSANTARA: Bupati Kabupaten Mamasa, Welem Sambolangi, SE., MM., mengunjungi lokasi kebakaran …

Wabup Bone Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Carebbu

PDF đź“„BONE, DESA – NUSANTARA: Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, turun langsung mengunjungi warga …

Desa Pagelaran Resmi Lantik 36 Ketua RT dan RW Terpilih

PDF đź“„CIANJUR, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, resmi melantik para …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *