JAKARTA DESA NUSANTARA Meski sempat menuai kritik di awal peluncurannya, program Koperasi Merah Putih kini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Sejumlah pihak sebelumnya menyoroti bahwa pembentukan koperasi tersebut dianggap sekadar proyek simbolik dari pemerintah pusat tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa. Isu yang beredar juga menyebut bahwa ribuan koperasi yang terbentuk hanya bersifat administratif dan belum tentu beroperasi secara mandiri.
Namun, kritik tersebut belum disertai bukti kuat di lapangan. Pemerintah menegaskan bahwa tudingan itu tidak berdasar, karena proses pendirian koperasi dilakukan melalui musyawarah desa khusus (Musdesus) yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Di sisi lain, banyak kalangan akademisi dan pakar ekonomi menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah progresif yang bisa menjadi fondasi ekonomi berbasis partisipasi masyarakat.
Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menyatakan bahwa Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi katalis ekonomi baru di tingkat desa.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara