Ritual Sedekah Laut Banyudono Lestarikan Budaya dan Jaga Pesisir

REMBANG – Tradisi Sedekah Laut di Desa Banyudono, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali digelar sebagai wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut sekaligus doa untuk keselamatan para nelayan. Dalam prosesi yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026), warga juga menyuarakan harapan agar Pulau Gedeh, lokasi utama ritual adat tersebut, mendapat perhatian untuk penyelamatan dari abrasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan budaya, dilanjutkan pawai Barongan yang diiringi musik gamelan menuju titik kumpul warga. Setelah itu, masyarakat membawa sesajen berupa hasil bumi dan hasil laut untuk dilarung menggunakan perahu nelayan menuju Pulau Gedeh yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari pesisir Desa Banyudono.

Menurut salah seorang tetua adat Desa Banyudono, Yasmani, Pulau Gedeh memiliki nilai sejarah yang erat dengan kehidupan masyarakat setempat dan selalu menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Sedekah Laut sejak zaman leluhur.

“Sejak zaman nenek moyang dulu, setiap ada hajatan besar atau Sedekah Laut, kami pasti ke Pulau Gedeh. Dulu pulau ini luas, Mas. Namun berjalannya waktu, abrasi dan tergerus air laut membuatnya menyusut hingga tinggal segini,” ujar Yasmani, sebagaimana dilansir Radar CNN Online, Kamis (09/07/2026).

Warga lainnya, Agung, juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi Pulau Gedeh yang dinilai memiliki potensi wisata sekaligus nilai budaya yang tinggi.

“Selain acara Sedekah Laut, setiap perayaan Kupatan (Lebaran Ketupat) kami juga sering berkunjung ke sini. Tempatnya punya potensi wisata yang bagus, tapi sangat disayangkan kondisinya sekarang. Pulau ini butuh perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rembang,” keluhnya.

Setibanya di Pulau Gedeh, masyarakat mengikuti doa bersama yang dipimpin para sesepuh sebagai ungkapan syukur atas rezeki hasil laut. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelepasan sesajen menggunakan perahu kecil ke tengah laut sebagai simbol penghormatan kepada alam dan harapan agar hasil tangkapan nelayan tetap melimpah.

Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi upaya melestarikan budaya pesisir, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan Pulau Gedeh sebagai bagian dari warisan sejarah, budaya, dan ekosistem pesisir Desa Banyudono. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Gunungsari Usulkan TPS Rayon Desa untuk Atasi Sampah yang Terus Menumpuk

PDF 📄LOMBOK BARAT – Pemerintah Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mengusulkan pembangunan Tempat Pembuangan …

Hasil Investigasi Jadi Dasar Penanganan Banjir di Maba Tengah

PDF 📄HALMAHERA TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur (Haltim) mulai menyusun strategi penanganan banjir …

Setelah Evaluasi, Wisata Gunung Hauk Balangan Siap Sambut Pendaki Lagi

PDF 📄PARINGIN – Jalur pendakian Gunung Hauk di Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *