Desa Tertinggal Digital, Gubernur Lampung Minta Intervensi Pusat

LAMPUNG – Ketimpangan distribusi ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Lampung masih menjadi persoalan utama, dengan sekitar 70 persen perputaran uang terpusat di kota dan hanya 30 persen mengalir ke desa.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan perlunya percepatan pemerataan ekonomi melalui penguatan ekosistem digital, khususnya untuk mendukung potensi desa agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Hotel Grand Mercure pada Sabtu (11/4/2026).

“Kondisi ini menjadi persoalan serius. Desa memiliki potensi besar, tetapi belum didukung distribusi dan infrastruktur digital yang memadai,” ujar Mirza.

Ia mencontohkan, terdapat sekitar 5.000 merek keripik singkong berbasis komunitas di Lampung yang belum berkembang optimal. Menurutnya, keterbatasan akses pasar dan konektivitas digital menjadi kendala utama produk lokal desa untuk menembus pasar yang lebih luas.

Dalam forum tersebut, Mirza juga meminta dukungan konkret dari pemerintah pusat dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor telekomunikasi, untuk mempercepat pemerataan akses digital hingga ke pelosok desa.

“Ke depan, kami minta ada penguatan konektivitas digital yang merata. Produk desa harus bisa langsung menjangkau pasar tanpa harus bergantung pada kota,” tegasnya.

Selain mendorong digitalisasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung juga berencana membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan wilayah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halim, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan peran BUMN dalam mendukung penguatan ekonomi daerah melalui transformasi digital.

“Transformasi digital harus menjadi fondasi utama agar tidak ada wilayah yang tertinggal,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan PT Telkom Indonesia yang berkomitmen memperluas infrastruktur digital, termasuk penyediaan platform pendidikan di daerah terpencil serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menambahkan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan produktivitas daerah melalui digitalisasi.

Dengan langkah tersebut, diharapkan desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

14 Warga Tanjung Alai Nikmati BLT-DD Triwulan Pertama

PDF đź“„LUBUK PINANG – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) triwulan pertama di Desa …

Watalara Dorong Perbaikan Kesehatan Lingkungan dan Edukasi TBC

PDF đź“„KOLAKA – Upaya peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi …

3 Koperasi Desa Selesai di Banggai, Puluhan Lainnya Menyusul

PDF đź“„BANGGAI – Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Banggai telah rampung dibangun dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *