STIPAS Kupang Dorong Desa Jenilu Jadi Model Multikultural

BELU – Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, ditetapkan sebagai desa multikultural melalui kegiatan sosialisasi dan pengabdian masyarakat yang digelar Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang bersama perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Selasa (7/4/2026).

Pencanangan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat harmoni sosial di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste (RDTL), sekaligus menjadikan Desa Jenilu sebagai ruang pembelajaran keberagaman berbasis masyarakat.

Pemilihan desa tersebut didasarkan pada kondisi masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis, suku, agama, dan komunitas yang hidup berdampingan. Keberagaman ini dinilai sebagai potensi sosial yang dapat dikembangkan menjadi model kehidupan multikultural.

Kepala Desa (Kades) Jenilu, Robert Novak, menyambut kehadiran Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Florens Maxi Un Bria, serta perwakilan tenaga ahli DPR RI dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Florens Maxi Un Bria menyampaikan pentingnya penguatan nilai toleransi melalui pendekatan edukatif dan dialog lintas kelompok masyarakat. Kegiatan diikuti 125 peserta yang mewakili keluarga di desa tersebut.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi penguat harmoni hidup bersama dan menjadi laboratorium studi multikultural di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste,” ungkap RD. Maxi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya terkait revitalisasi Serwisu Hamutu dan praktik perjumpaan lintas iman di wilayah perbatasan.

Selain sosialisasi, kegiatan pengabdian masyarakat juga diisi dengan dialog interaktif, doa bersama, serta pembagian bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga.

Melalui pencanangan ini, Desa Jenilu diharapkan mampu menjadi contoh praktik hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman, sekaligus memperkuat identitas wilayah perbatasan sebagai ruang toleransi dan persatuan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kunjungi Tiga Desa, Tim Posyandu Asahan Dorong Inovasi Kader

PDF đź“„ASAHAN – Tim Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kabupaten Asahan melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah …

Gotong Royong Massal, Desa Jungai Bersih-Bersih Dua Lokasi Rawan Sampah

PDF đź“„PRABUMULIH – Pemerintah Desa (Pemdes) Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, bersama …

PPDI Tulungagung Dilantik, Fokus Perkuat Pelayanan Desa

PDF đź“„TULUNGAGUNG – Penguatan peran perangkat desa dalam tata kelola pemerintahan kembali ditegaskan melalui pelantikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *