SAWAHLUNTO – Upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong terus digencarkan Pemerintah Kecamatan (Kecamatan) Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, melalui kegiatan bersih lingkungan yang melibatkan lintas desa dan kelurahan. Aksi tersebut dipusatkan di Desa Lumindai, Selasa (7/4/2026), dengan sasaran pembersihan jalan utama desa.
Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bertajuk bajulo-julo, yakni arisan gotong royong yang digelar setiap pekan ketiga setiap bulan dan kini telah berjalan selama lima bulan.
“Gotong royong ini lanjutan dari bajulo-julo atau arisan goro desa dan kelurahan yang kita laksanakan pekan ketiga setiap bulan. Kini, bajulo-julo gotong royong yang digelar di Desa Lumindai sudah berada di bulan kelima,” ujar Irma.
Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti warga Desa Lumindai, tetapi juga melibatkan perwakilan desa dan kelurahan lain di Kecamatan Barangin. Aparatur kecamatan turut hadir langsung memimpin kegiatan sebagai bentuk teladan bagi masyarakat.
“Semangat gotong royong menjadi kebersamaan kita di Kecamatan Barangin. Hari ini semangat gotong royong kita tumbuhkan dalam bentuk bersih-bersih lingkungan desa. Bisa kita lakukan dalam kegiatan sosial lainnya di tengah warga,” imbuh Irma.
Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintahan, baik di tingkat desa, kelurahan, maupun kecamatan, memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui contoh nyata di lapangan.
Menurutnya, gotong royong bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat yang mulai tergerus modernisasi.
Dalam kegiatan tersebut, pembersihan difokuskan pada ruas jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer yang menghubungkan Desa Lumindai dengan Desa Balai Batu Sandaran (BBS), hingga area sekitar sekolah menengah pertama setempat. Hingga menjelang siang, area yang sebelumnya dipenuhi rumput dan semak belukar berhasil dibersihkan.
Program ini diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan kembali nilai kebersamaan di tengah masyarakat desa secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara