FLORES TIMUR – Rentetan gempa susulan yang terus terjadi sejak Kamis (9/4/2026) membuat warga Desa Labelen, Kecamatan Solor Timur (Soltim), Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa bertahan di luar rumah karena trauma dan kekhawatiran akan kerusakan bangunan yang semakin parah.
Kepala Desa (Kades) Labelen, Salem Nurdin Lamahala, mengungkapkan bahwa gempa susulan masih dirasakan hingga pukul 18.52 WITA. Getaran terjadi berulang sejak gempa berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Flotim pada malam sebelumnya.
“Yang saya catat itu jam 13.38 WITA, 14.00 WITA, 15.28 WITA, 15.58 WITA, 16.23 WITA,18.42 WITA dan terakhir 18.52 WITA itu gempa susulan. Ada yang cukup besar ada yang sudah mulai melemah guncangannya,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Labelen menginstruksikan seluruh warga untuk tetap berada di luar rumah. Hingga kini, pendataan kerusakan belum dapat dilakukan secara maksimal karena gempa susulan masih berlangsung dan memicu kepanikan warga.
Sejumlah rumah dilaporkan mengalami retak, bahkan sebagian dinding roboh. Warga memilih membangun tenda darurat sebagai tempat berlindung sementara guna mengantisipasi gempa susulan yang lebih besar.
Salah satu warga, Ado M. Songge, mengaku masyarakat kini enggan beraktivitas di dalam rumah sejak gempa pertama terjadi sekitar pukul 00.13 WITA.
“Bahkan hampir semua masyarakat ambil nasi dan makan di luar rumah,” ujarnya.
Ia juga menceritakan detik-detik saat gempa terjadi ketika dirinya hendak masuk ke rumah.
“Waktu itu saya masuk dalam rumah mau cas HP, tiba-tiba dia gempa saya lari keluar rumah, dinding rumah besar sudah runtuh semua,” ucapnya.
Menurut Ado, peristiwa tersebut menjadi gempa paling kuat yang pernah dirasakan warga setempat. Meski seluruh anggota keluarganya berhasil menyelamatkan diri, kondisi bangunan rumah mengalami kerusakan serius dan berpotensi roboh jika gempa kembali terjadi.
Pemerintah setempat telah melakukan pendataan awal dan melaporkan dampak bencana secara berjenjang ke pemerintah kecamatan. Upaya penanganan masih terus dilakukan sambil menunggu situasi gempa mereda agar proses verifikasi kerusakan dapat berjalan optimal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara