JEMBER – Warga Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember memperlebar jembatan penghubung antar dusun secara swadaya guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran aktivitas harian masyarakat.
Jembatan yang berada di Dusun Krajan 2 itu kini memiliki lebar delapan meter, meningkat dari sebelumnya hanya sekitar tiga meter. Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan Dusun Krajan 2, Krajan 1, dan Ponco, serta digunakan oleh berbagai kalangan mulai dari petani, pelajar, hingga kendaraan roda empat dan truk.
Ketua panitia pembangunan, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa kondisi jembatan sebelumnya sangat terbatas dan berisiko bagi pengguna jalan. “Dulu sempit sekali. Kalau ada mobil berpapasan, pasti salah satu harus mundur,” ujarnya.
Selain sempit, bagian utara jembatan sempat mengalami kerusakan dan ambrol, sementara akses jalan di sekitarnya rawan kecelakaan, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan dan pandangan yang terhalang tanaman tebu. Kondisi ini mendorong warga setempat untuk melakukan musyawarah dan bersepakat memperbaiki serta memperlebar jembatan secara mandiri.
Pendanaan proyek berasal dari swadaya masyarakat, termasuk kontribusi warga yang merantau ke luar daerah hingga luar Pulau Jawa. Dukungan tersebut memungkinkan pembangunan berjalan selama kurang lebih dua pekan dengan melibatkan tenaga kerja dari warga sendiri.
“Sering ada yang jatuh ke bawah. Apalagi kalau malam, gelap dan tidak kelihatan,” tambah Zainal.
Dalam proses pembangunan, warga juga memperkuat struktur jembatan dengan membangun plengsengan sepanjang sekitar enam meter di sisi kanan dan kiri. Selain itu, dilakukan pengurukan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter menggunakan lebih dari 15 truk material guna mendukung pelebaran akses.
Hasilnya, jembatan kini mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan dengan lebih aman. Warga juga menilai keberadaan tembok pengaman di sekitar jembatan turut mengurangi risiko kecelakaan.
“Sekarang jauh lebih nyaman. Tidak khawatir lagi kalau berpapasan,” ujar Mu’din, warga setempat.
Selain sebagai akses utama, kawasan jembatan juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial masyarakat, seperti perayaan hari kemerdekaan hingga titik kumpul perjalanan bersama. Meski pembangunan hampir selesai, warga masih berharap adanya penambahan fasilitas penerangan jalan guna meningkatkan keamanan pada malam hari.
Total anggaran pembangunan jembatan ini mencapai sekitar Rp50 juta, yang sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat sebagai bentuk nyata gotong royong dalam pembangunan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara