Hilirisasi Pertanian Jadi Senjata Baru Lampung

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat transformasi ekonomi desa melalui Program DesaKu Maju dengan menitikberatkan pada hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Anang Risgiyanto, menyampaikan bahwa strategi ini diarahkan untuk membangun struktur ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Gubernur Lampung dalam kegiatan pelatihan operator mesin pengering (bed dryer) dan manajemen bisnis di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (5/4/2026).

Menurut Anang, Program DesaKu Maju tidak sekadar menyalurkan alat pertanian, melainkan mendorong hilirisasi di tingkat desa dengan fokus pada tiga komoditas utama, yakni padi, jagung, dan singkong. Ketiga komoditas ini dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah dari sektor perdesaan.

Hilirisasi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pascapanen seperti bed dryer yang mampu meningkatkan kualitas hasil panen, mengurangi kehilangan produksi, serta memperluas akses pasar petani. Selain itu, sisa hasil pertanian juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti pakan ternak berbasis bahan lokal, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di desa.

Program ini juga terintegrasi dengan berbagai agenda strategis, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Kawasan Desa Mandiri Pangan, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pendekatan tersebut menekankan pemberdayaan masyarakat sebagai langkah utama dalam mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial.

“Penguatan infrastruktur desa, kemudahan akses pasar, serta dukungan permodalan bagi pelaku usaha desa menjadi bagian penting dalam implementasi program ini,” tegas Anang.

Pada 2026, Pemprov Lampung menargetkan pembangunan fasilitas bed dryer di 82 lokasi, distribusi pupuk organik cair (pupuk organik cair/POC) di 800 titik, serta program vokasi bagi 500 peserta guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa. Selain itu, penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terus didorong sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Pemprov Lampung optimistis strategi hilirisasi ini mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru di perdesaan, serta menjaga keberlanjutan pasokan pangan. Ke depan, implementasi Program DesaKu Maju akan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan untuk memastikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi yang dimulai dari desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Banjir Berhari-hari, Penyakit Kulit hingga Demam Mengintai

PDF đź“„DEMAK – Dampak banjir akibat tanggul jebol di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, …

DBD Terdeteksi, Tim Kesehatan Turun Langsung ke Lapangan

PDF đź“„KOTABARU – Upaya cepat dilakukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Pulau Laut Timur untuk …

Tradisi Leluhur Mojopangi Bertahan, Sedekah Bumi Jadi Simbol Persatuan

PDF đź“„BOJONEGORO – Tradisi Sedekah Bumi atau nyadran kembali digelar warga Dusun Mojopangi, Desa Mojorejo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *