KUPANG – Akses jalan utama yang menghubungkan wilayah Batuna di Kecamatan Amarasi Barat dengan Ekam di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, akhirnya kembali terbuka setelah sempat terputus berbulan-bulan akibat longsor yang menghambat aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Pembukaan jalur tersebut dilakukan melalui gotong royong masyarakat dengan dukungan alat berat yang diturunkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang Ary Buraen untuk membersihkan material longsor di sejumlah titik.
Sebelumnya, jalan tersebut tertutup longsor sejak musim hujan, menyebabkan kendaraan roda empat hingga roda enam tidak dapat melintas. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat.
Ketua Forum Pemuda Batuna (Fortuna) Felky Timuneno menyebutkan, terdapat tiga titik longsor dengan material cukup besar yang membutuhkan penanganan menggunakan alat berat. Ia menilai, keterlambatan penanganan membuat aktivitas warga terganggu dalam waktu cukup lama.
“Dengan kondisi ini, mobilitas warga sangat terhambat karena mereka kesulitan mengangkut hasil alam maupun kebutuhan pokok saat musim panen seperti sekarang,” kata Felky.
Felky juga mengapresiasi bantuan yang diberikan Ary Buraen dalam mempercepat pembukaan akses jalan. “Kami berterima kasih kepada kaka dewan yang sudah hadir di tengah-tengah kami dan memberikan solusi untuk penanganan persoalan mendesak warga,” tambahnya.
Sementara itu, Ary Buraen menjelaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan sedikitnya tiga titik longsor di ruas jalan utama tersebut yang memerlukan penanganan lebih lanjut secara menyeluruh.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung pada perekonomian warga di sana. Penanganan darurat harus kita lakukan, namun perbaikan secara permanen tentunya membutuhkan intervensi Pemerintah Provinsi karena kewenangan penganggaran infrastrukturnya berada di tingkat provinsi,” jelas Ary.
Pembukaan kembali jalur ini diharapkan dapat memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat, meskipun warga masih menunggu perbaikan permanen dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar akses transportasi tetap aman dan tidak kembali terputus saat musim hujan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara