Bentrokan Dua Desa di Luwu Tewaskan Satu Orang

LUWU – Bentrokan antarwarga dua desa di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya setelah konflik yang dipicu perselisihan lama memuncak pada Jumat (3/4/2026) malam di Jalan Trans Sulawesi.

Insiden tersebut melibatkan warga Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase yang bertikai di wilayah perbatasan, tepatnya di depan Pasar Keretan. Konflik yang awalnya berupa perkelahian antar pemuda kemudian berkembang menjadi aksi tawuran massal dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang.

Pada puncak kejadian, massa menggunakan berbagai senjata improvisasi seperti batu, busur, senapan angin, hingga senjata rakitan jenis papporo. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi lumpuh hingga sepanjang sekitar tiga kilometer.

Situasi kembali memanas pada Sabtu (4/4/2026) malam, ketika kedua kelompok membangun barikade di jalan poros desa. Dalam bentrokan lanjutan tersebut, satu korban dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan senapan angin, sementara tiga lainnya mengalami luka ringan hingga sedang.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Luwu, Yakobus Rimpung, menyampaikan bahwa penyebab pasti konflik masih dalam penyelidikan. Namun, indikasi awal mengarah pada persoalan batas wilayah, kepemilikan lahan, serta persaingan ekonomi di sekitar Pasar Keretan.

Merespons situasi tersebut, Polres Luwu meningkatkan pengamanan dengan melakukan penyekatan di titik perbatasan kedua desa serta mengintensifkan patroli di sepanjang Jalan Trans Sulawesi. Aparat juga menempatkan personel tambahan di Kepolisian Sektor (Polsek) Walenrang selama dua malam berturut-turut untuk mencegah bentrokan susulan.

Selain upaya pengamanan, aparat kepolisian tengah mengidentifikasi pelaku utama dan mendalami motif konflik. Proses mediasi juga disiapkan dengan melibatkan tokoh masyarakat guna meredam ketegangan yang telah berlangsung lama.

Dampak bentrokan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerusakan pada sejumlah rumah dan kios di sekitar lokasi kejadian. Aktivitas ekonomi di Pasar Keretan terhenti selama dua hari, menyebabkan kerugian bagi para pedagang kecil.

Gangguan keamanan juga berdampak pada mobilitas warga yang terpaksa mencari jalur alternatif akibat penutupan jalan utama. Kondisi ini memicu rasa tidak aman di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berencana menggelar pertemuan lintas desa yang melibatkan tokoh adat dan tokoh agama untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penegasan batas wilayah dan mekanisme penyelesaian sengketa.

Selain itu, program edukasi damai dan pembinaan pemuda desa akan dilaksanakan untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi daerah lain agar lebih proaktif dalam mengelola potensi konflik sosial. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

5.000 Ternak Divaksin Gratis, Diskannak OKU Timur Cegah Wabah

PDF 📄OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, melalui …

Dugaan Korupsi Dana Desa Rp2 Miliar, Polisi Periksa Puluhan Saksi

PDF 📄MINAHASA – Kepolisian Resor (Polres) Minahasa memastikan penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan tas ramah …

Kerja Bakti Massal, Pemdes Malaka Percantik Desa Sambut HUT Pangkep

PDF 📄PANGKEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Malaka, Kecamatan (Kec) Tondong Tallasa, menggelar kerja bakti massal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *