OKU TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak), menggencarkan langkah pencegahan penyakit hewan ternak selama musim pancaroba dengan membagikan obat dan vaksin gratis kepada peternak.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Diskannak OKU Timur Untung Sutoyo mengatakan, perubahan cuaca dari musim hujan ke kemarau menjadi periode rawan bagi kesehatan ternak. Kondisi ini membuat berbagai penyakit mudah menyerang, baik penyakit ringan maupun yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Menurutnya, saat musim hujan, ternak kerap terserang diare, kembung, serta scabies atau kudis yang merupakan penyakit kulit. Sementara pada musim kemarau, ancaman penyakit bergeser ke Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, Lumpy Skin Disease (LSD), infeksi parasit seperti cacingan, hingga gangguan saluran pernapasan.
Sebagai langkah antisipasi, Diskannak OKU Timur menyalurkan obat-obatan dan vitamin secara gratis kepada peternak. “Pemberian obat-obatan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan mencegah penyebaran wabah penyakit,” kata Untung Sutoyo.
Selain itu, vaksinasi juga dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak, khususnya sapi dan domba. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat sekitar 5.000 ekor ternak telah menerima vaksin PMK secara cuma-cuma.
“Selama periode Januari-Maret 2026 tercatat sebanyak 5.000 ekor hewan ternak milik masyarakat yang sudah diberi suntikan vaksin PMK secara gratis untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga peran aktif peternak dalam menjaga kebersihan kandang dan kualitas pakan. Lingkungan yang tidak higienis dan pakan yang buruk dinilai menjadi faktor utama munculnya penyakit.
Diskannak OKU Timur pun mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi ternak serta memastikan sanitasi kandang tetap terjaga selama musim pancaroba guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara