SERAM BAGIAN TIMUR – Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memperluas pemahaman masyarakat terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya dengan menyasar wilayah desa. Di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sosialisasi intensif dilakukan guna memastikan warga memahami hak dan mekanisme layanan kesehatan yang tersedia.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Harbu Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tidak keliru, terutama di tengah maraknya informasi yang tidak akurat.
“Sosialisasi ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya peserta JKN. Dengan maraknya informasi yang menyimpang, kami perlu meluruskan agar tidak terjadi kekeliruan saat mengakses layanan kesehatan. Kegiatan ini rutin dilakukan sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya Program JKN,” ungkap Harbu usai melakukan sosialisasi di Desa Kampung Baru, Teluk Waru, SBT.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait status kepesertaan JKN yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan non-PBI yang mencakup Pekerja Penerima Upah (PPU) serta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Harbu menegaskan bahwa seluruh peserta mendapatkan layanan yang setara sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak hanya warga negara Indonesia, Program JKN juga mencakup warga negara asing sesuai regulasi yang berlaku,” ucap Harbu.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian prosedur pelayanan, mengingat BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai kanal pengaduan yang mudah diakses.
“Kami menyediakan berbagai kanal layanan yang dapat digunakan oleh seluruh peserta JKN tanpa terkecuali. Semua akses telah dipermudah dan diharapkan tidak ada yang takut untuk melaporkan. Masukan dan saran dari peserta dapat membantu kami meningkatkan kualitas layanan,” ujar Harbu.
Respons positif datang dari Pemerintah Desa Kampung Baru. Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Baru, Ismail Watuletan, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan sosialisasi tersebut karena dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program JKN telah membantu banyak masyarakat, inilah mengapa kami sangat terbuka menerima kehadiran BPJS Kesehatan. Sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya, sehingga penting untuk selalu memastikan keaktifan kepesertaan JKN. Melalui kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungannya. Kami berharap, Program JKN tetap hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan maksimal dengan kualitas pelayanan kesehatan yang baik,” ungkap Ismail.
Hal senada disampaikan salah satu warga, Mira, yang mengaku telah merasakan manfaat langsung dari program tersebut dalam menjamin akses layanan kesehatan keluarganya.
“Kami telah merasakan manfaatnya. Mudah, cepat, dan setara merupakan hal yang kami terima. Menjadi peserta JKN merupakan anugerah karena hati menjadi tenang apabila diri dan keluarga telah terjamin. Jangan sampai terlambat, lindungi diri dan keluarga dari sekarang,” ungkap Mira.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPJS Kesehatan berharap literasi masyarakat terhadap program JKN semakin meningkat sehingga pemanfaatannya dapat lebih optimal dalam menunjang kesejahteraan dan perlindungan kesehatan masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara