SUBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang resmi melantik Kepala Desa (Kades) Tambakan hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) tahun 2026, dengan penekanan pada percepatan kerja dan konsolidasi internal mengingat masa jabatan yang terbatas.
Pelantikan dilaksanakan oleh Bupati Subang melalui Camat Jalancagak, Saepudin, di Aula Desa Tambakan, Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Subang, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), para kepala desa, serta undangan lainnya.
Dalam arahannya, Saepudin menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh dalam pelayanan publik.
“Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menjaga kondusivitas selama proses Pilkades PAW berlangsung, sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif.
“Sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.
Lebih lanjut, Saepudin mengingatkan agar Kades yang baru segera melakukan konsolidasi internal serta menjaga keharmonisan dengan seluruh elemen desa.
“Salah satu modal utama pembangunan adalah kerukunan dan gotong royong. Tanpa itu, program sehebat apa pun akan sulit berjalan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kades Tambakan yang baru dilantik, Asep Carno, menyatakan kesiapan untuk langsung bekerja dengan fokus pada pembenahan administrasi dan penguatan fondasi pembangunan desa.
“Kami akan bekerja keras. Pertama kita akan beberesih dulu, termasuk administrasi warga agar tertib dan jelas,” ujarnya.
Ia menilai penataan administrasi kependudukan dan aset menjadi langkah awal yang krusial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Jangan sampai ada warga memiliki tanah tapi tidak dilengkapi surat-suratnya. Ini harus kita benahi bersama,” katanya.
Selain itu, Asep juga menargetkan pelibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi desa melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya untuk promosi potensi wisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita tahu banyak generasi muda yang punya potensi. Kita dorong mereka memasarkan potensi wisata dan UMKM melalui digital,” paparnya.
Ia optimistis sektor pariwisata berbasis masyarakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa jika dikelola secara kolaboratif.
“Saya ingin ke depan banyak warga yang aktif menggerakkan potensi wisata desa. Ini bisa jadi penggerak ekonomi,” ujarnya.
“Sektor pariwisata ini strategis. Kalau dikelola bersama, UMKM akan tumbuh dan ekonomi warga ikut bergerak,” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara