CILACAP, DESA – NUSANTARA: Peralihan menuju energi bersih kian menunjukkan dampak nyata pada tingkat industri. Tidak hanya menjadi agenda kebijakan nasional, pemanfaatan energi terbarukan juga mulai memberikan manfaat langsung terhadap efisiensi operasional perusahaan serta pengurangan emisi karbon di Jawa Tengah.
Salah satu implementasi nyata dilakukan oleh sektor industri farmasi yang mengintegrasikan energi surya dalam proses produksinya. Langkah ini diukur sejalan dengan kebutuhan efisiensi biaya sekaligus peningkatan kinerja lingkungan perusahaan.
Manager Utility PT Phapros Tbk., Arie Wicaksono , mengatakan perusahaannya mulai memanfaatkan energi surya sebagai bagian dari strategi efisiensi energi sekaligus upaya meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan. Perusahaan farmasi yang merupakan bagian dari holding BUMN Farmasi itu memasang panel surya sejak 2019 sebagai bagian dari inisiatif green energy dan green manufacturing.
Menurut Arie, langkah tersebut juga didorong oleh target perusahaan untuk meraih peringkat tinggi dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup ( Proper), khususnya kategori Proper Hijau.
Pemanfaatan energi bersih ini awalnya didorong oleh tuntutan efisiensi produksi sekaligus upaya perusahaan mencapai Proper Hijau,” ujar Arie dalam Dialog Media bersama IESR Jawa Tengah di Rosti Cafe, Sabtu, 14 Maret .
Upaya transisi energi di sektor industri ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya terfokus pada pemenuhan regulasi , tetapi juga menjadi strategi bisnis jangka panjang. Selain menekan biaya operasional, penggunaan energi terbaru juga berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dan peningkatan reputasi perusahaan di mata publik maupun pemangku kepentingan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara