SLEMAN, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) memastikan penyaluran Dana Desa (DD) tahap pertama akan dilakukan pada “Maret 2026.” Program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat di tingkat kalurahan dalam menekan angka kemiskinan, meskipun alokasi dana desa tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Dana desa tersebut akan disalurkan ke seluruh kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Administrasi, Keuangan, dan Aset Kalurahan DPMK Sleman, Yohanes Purnama Kristiawan, menyebut total pagu DD reguler 2026 untuk Sleman sebesar Rp31,94 miliar, turun drastis dari Rp127,35 miliar pada 2025.
Dari total 86 kalurahan di Sleman, sebanyak 81 kalurahan memperoleh alokasi dana yang sama, yakni Rp373,46 juta. Sementara lima kalurahan lainnya menerima alokasi yang lebih rendah.
Kelima kalurahan tersebut meliputi Sendangarum yang menerima Rp355,6 juta, Pondokrejo sebesar Rp360,2 juta, Margoluwih Rp330,4 juta, Kepuharjo Rp323,4 juta, serta Tamanmartani sebesar Rp321,7 juta.
Meskipun terjadi penurunan anggaran, pemerintah daerah tetap berharap dana desa yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah kalurahan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal.
Penyaluran dana desa tahap pertama tersebut juga diharapkan mampu mendorong berbagai program pembangunan di tingkat kalurahan agar tetap berjalan efektif sepanjang tahun anggaran 2026.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara