Mahasiswa STT Wiworotomo Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk Desa Klinting

BANYUMAS, DESA – NUSANTARA: Upaya mendekatkan teknologi dengan kebutuhan desa ditunjukkan Kelompok 4 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 dari Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Wiworotomo . Selama satu bulan penuh, terhitung sejak “19 Januari 2026” hingga “17 Februari 2026”, mereka menggelar pengabdian masyarakat di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, dengan fokus pada inovasi teknologi yang tepat guna untuk pertanian dan pengelolaan lingkungan.

Program tersebut tidak hanya menyasar aspek edukasi, namun juga praktik langsung yang dirancang sesuai kebutuhan warga. Salah satu program unggulan adalah Internet of Things (IoT) melalui pembuatan tempat sampah pintar. Teknologi ini memanfaatkan sensor untuk mendeteksi tingkat kepenuhan sampah secara real-time, sehingga memudahkan pemantauan dan transportasi oleh petugas kebersihan.

Demonstrasi dilakukan di hadapan siswa SMP IT Ikada serta perangkat desa di balai desa setempat. “Kami ingin memperkenalkan teknologi sederhana namun berdampak besar untuk menjaga kebersihan Desa Klinting,” ujar salah satu anggota kelompok saat perkenalan di balai desa.

Tak berhenti pada isu lingkungan, siswa juga memperkuat kapasitas generasi muda melalui pelatihan pengelasan bagi anggota Karang Taruna Desa Klinting. Kegiatan ini diarahkan untuk membekali keterampilan teknis yang aplikatif, mulai dari perbaikan alat pertanian hingga pembuatan perabot sederhana. Dari pelatihan tersebut, peserta berhasil memproduksi meja bazar dan tangga wasit yang langsung dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Banyak warga muda yang punya potensi, tapi butuh keterampilan praktis. Ini kesempatan bagus untuk mereka,” tambah koordinator kelompok.

Puncak kegiatan yang dipersembahkan ditandai dengan pengembangan penggarap, yakni alat pembajak tanah modern yang dirancang menyesuaikan karakteristik lahan setempat. Inovasi ini diharapkan mampu membantu petani mengolah sawah dan tegalan secara lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada tenaga manual, sekaligus meningkatkan produktivitas.

“Kultivator ini telah kami uji coba langsung bersama petani, agar sesuai dengan kondisi tanah di sini,” jelas mereka.

Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan melalui media sosial Instagram @thestoryofklinting yang menampilkan proses pembuatan, uji coba alat, serta respons warga. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif selama program berlangsung, disertai harapan agar inovasi yang telah dicanangkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan selepas masa KKN berakhir.

Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan nyata desa, kegiatan ini menjadi cerminan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong transformasi desa berbasis teknologi.[]

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

OPLAH Dorong Produktivitas Tani di Sano Nggoang

PDF 📄MANGARAI, BARAT DESA – NUSANTARA: Upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa terus digencarkan …

64 Desa di Maros Siap Gelar Pilkades Serentak 2027

PDF 📄MAROS, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Kabupaten Maros memastikan sebanyak 64 desa akan menggelar Pemilihan …

Kepala Kampung Papua Tengah Hadiri Rakernas APDESI

PDF 📄JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Kehadiran perwakilan pemerintah kampung dari Papua Tengah dalam pelantikan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *