JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar menuju kemandirian energi nasional. Upaya ini diarahkan untuk menekan ketergantungan pada impor energi, mempercepat elektrifikasi desa terpencil, serta memperkuat ekonomi rakyat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Agenda tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong swasembada energi. Pemerintah menilai, kemandirian energi bukan hanya soal ketahanan pasokan nasional, melainkan juga instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Langkah strategis ditempuh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan inovasi energi dan teknologi asal Inggris. Kolaborasi tersebut difokuskan pada percepatan elektrifikasi desa-desa terpencil dan wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis signifikan.
Proyek percontohan yang tengah disiapkan mengedepankan pengembangan sistem energi terdesentralisasi seperti off-grid dan mini-grid. Skema ini dinilai relevan untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional karena mampu beroperasi secara mandiri dan berbasis potensi energi lokal.
Model off-grid memungkinkan desa menghasilkan dan mengelola listrik sendiri tanpa terhubung ke sistem jaringan utama. Sementara mini-grid dirancang untuk melayani komunitas dalam skala terbatas dengan pengelolaan lokal yang lebih fleksibel. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas akses energi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya.
Transformasi menuju energi terbarukan juga dipandang sebagai strategi memperkuat ekonomi desa. Dengan ketersediaan listrik yang stabil, peluang pengembangan usaha mikro, industri rumah tangga, hingga layanan pendidikan dan kesehatan di pedesaan dapat meningkat secara signifikan.
Pemerintah menargetkan proyek percontohan ini menjadi model replikasi nasional. Jika berjalan efektif, sistem energi terdesentralisasi berpotensi diterapkan secara luas untuk mendukung target elektrifikasi menyeluruh dan mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan tertinggal.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara