BANYUMAS, DESA – NUSANTARA: Program Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Dampingan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperoleh respons positif dari pemerintah desa. Skema pendampingan tersebut dinilai memberi dampak nyata karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu apresiasi datang dari Kepala Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kusno. Ia menilai pembinaan yang dilakukan Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 telah mendorong percepatan pembangunan dan penguatan kesejahteraan warga.
Melalui program tersebut, Desa Kediri menerima berbagai bentuk dukungan. Di antaranya perbaikan 30 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan nilai bantuan masing-masing Rp20 juta, penyaluran sembako, bantuan bibit ikan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Bantuan RTLH menjadi salah satu intervensi strategis karena berdampak langsung pada peningkatan kualitas hunian warga. Sementara itu, bantuan bibit ikan dan program pemberdayaan diharapkan mampu menopang ketahanan ekonomi keluarga melalui penguatan sektor produktif desa.
Program OPD Satu Desa Dampingan dirancang sebagai pendekatan kolaboratif antara perangkat daerah dan pemerintah desa. Melalui pola ini, pembinaan dilakukan secara terarah dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan prioritas desa dampingan.
Pemerintah desa berharap program serupa terus dilanjutkan agar sinergi antara pemerintah provinsi dan desa semakin solid dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara