KUBU, RAYA DESA – NUSANTARA: Penataan kawasan Simpang WBA, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, mulai dilakukan melalui kerja bakti bersama antara pemerintah daerah, pedagang kaki lima (PKL), dan perangkat desa. Langkah tersebut dipimpin langsung Bupati Kubu Raya, Sujiwo, sebagai upaya mencari solusi atas keluhan masyarakat terkait kemacetan dan kesan kumuh di area tersebut.
Selama ini, keberadaan bangunan PKL di lokasi tersebut kerap dikeluhkan karena dinilai memicu kepadatan lalu lintas. Namun di sisi lain, aktivitas berdagang menjadi sumber penghidupan utama bagi para pedagang.
“Makanya sekarang saya hadir mencari solusi bagaimana bapak/ibu masih bisa bertahan berjualan, tapi masyarakat juga tidak terganggu. Solusinya kita mundurkan kios supaya ada ruang parkir dan jalan tidak macet,” ujarnya.
Penataan dilakukan dengan mengatur ulang jarak kios agar tersedia ruang parkir dan akses jalan yang lebih lapang. Selain itu, pemerintah daerah bersama para pedagang juga melakukan pengecatan ulang untuk memperbaiki tampilan kawasan.
“Supaya tidak kelihatan kumuh, kita poles dan rapikan. Baliho yang robek kita buang, nanti dipasang resplang baru. Catnya ini bantuan pribadi, bukan dari APBD,” katanya.
Sujiwo menegaskan bahwa bantuan cat yang digunakan berasal dari dukungan pribadi dirinya bersama sejumlah pihak, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ke depan, penataan kawasan akan dilengkapi dengan penambahan tanaman hias dan penerangan guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.
Penataan tersebut juga akan dilanjutkan hingga area Pasar Senggol yang sebelumnya telah diperlebar jalannya. Pemerintah daerah berharap pembenahan kawasan tidak hanya meningkatkan estetika, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan pedagang.
“Biasanya dapat Rp200.000, setelah ditata bisa sampai Rp800.000. Mudah-mudahan di sini juga begitu,” ujarnya, disambut doa para pedagang.
Menjelang Ramadan, Sujiwo mengajak pedagang menjaga kebersihan dan tidak kembali menempatkan lapak di badan jalan agar aktivitas masyarakat tetap lancar.
“Ibu-ibu masih bisa jualan, masyarakat tidak komplain, jalan tidak macet. Itu yang kita jaga bersama,” tutupnya.
Penataan kawasan Simpang WBA diharapkan menjadi langkah awal pembenahan ruang publik yang berimbang antara kepentingan ekonomi masyarakat dan ketertiban lingkungan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara