SANGGAU, DESA – NUSANTARA: Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sanggau, Kasim, menyoroti kondisi anggaran desa yang dinilainya semakin memprihatinkan. Ia menilai, dari waktu ke waktu, alokasi anggaran desa justru menunjukkan tren penurunan, bukan peningkatan sebagaimana harapan banyak pihak di tingkat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Kasim saat menjadi narasumber dalam Dialog Entikong Menyapa yang digelar di Entikong. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi keuangan desa yang berdampak langsung pada pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Saya sebagai ketua APDESI sebenarnya miris melihat anggaran yang semakin hari bukan semakin naik tapi semakin menurun,” kata Kasim.
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun terakhir, desa sempat menjadi subjek pembangunan dengan kewenangan yang lebih luas untuk mengatur dan mengelola potensi lokal. Namun, dengan keterbatasan anggaran saat ini, ia khawatir posisi desa kembali bergeser hanya sebagai objek pembangunan.
Meski demikian, Kasim mengingatkan seluruh pemerintah desa agar tetap mengelola anggaran yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. Menurutnya, keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip tata kelola yang baik.
Kasim menekankan pentingnya disiplin dalam penggunaan dana desa sesuai dengan koridor dan ketentuan yang berlaku. Ia meminta agar setiap pemerintah desa mematuhi peraturan perundang-undangan serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan, sehingga anggaran yang terbatas dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Melalui catatan kritis tersebut, APDESI Kabupaten Sanggau berharap perhatian dari para pemangku kebijakan dapat kembali diarahkan pada penguatan kapasitas dan pendanaan desa, agar peran desa sebagai ujung tombak pembangunan tetap terjaga.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara