INDRAMAYU, DESA – NUSANTARA: Seorang kepala desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuktikan bahwa tanggung jawab sebagai pejabat publik dapat berjalan seiring dengan kemandirian ekonomi. Melalui usaha budidaya ayam petelur, Kepala Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Carnita, tidak hanya memperoleh pendapatan tambahan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi warganya.
Usaha ternak ayam petelur tersebut dirintis dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan telur masyarakat desa. Langkah ini diambil sebagai respons atas fluktuasi harga telur di pasaran yang kerap menyentuh kisaran Rp30.000 per kilogram. Melalui produksi lokal, warga Desa Sindang dapat memperoleh telur dengan harga lebih rendah, yakni sekitar Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram.
Carnita menuturkan bahwa pemasaran hasil ternak masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga desa sebelum menjangkau pasar yang lebih luas. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan manfaat usaha benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Keberadaan usaha ayam petelur tersebut tidak hanya membantu menekan harga telur di tingkat desa, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal. Inisiatif ini dinilai menjadi contoh peran aktif kepala desa dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa.
Melalui langkah tersebut, Carnita berharap desa tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar wilayah, melainkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri dan berkelanjutan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara