Fintech Perkuat Ekonomi Desa dan Tarik Investasi Asing

JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Perkembangan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) kian memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan inklusi keuangan, sektor ini juga mempercepat perputaran ekonomi daerah melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menjadi magnet bagi investasi asing.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat layanan keuangan digital, mulai dari permodalan, investasi mikro, hingga pembayaran digital, telah menyumbang 80,5 persen tingkat inklusi keuangan nasional. Angka tersebut menegaskan peran fintech sebagai katalis pemerataan akses keuangan di berbagai lapisan masyarakat.

Sejalan dengan tren tersebut, salah satu perusahaan fintech yang fokus pada pemberdayaan ekonomi perdesaan menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sejak beroperasi pada 2010, perusahaan ini telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun pembiayaan modal kerja kepada lebih dari 3,7 juta UMKM yang tersebar di lebih dari 50.000 desa. Sepanjang tahun 2025 saja, penyaluran pembiayaan mencapai Rp13,2 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pemahaman mendalam terhadap karakter dan kebutuhan masyarakat perdesaan, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diterapkan secara tepat guna untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Dalam kegiatan Media Gathering bertajuk “Digital untuk Desa, Potensi Fintech Dorong Ekonomi” yang digelar di Jakarta, Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan, “Di tahun 2025, Amartha semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia fintech layanan keuangan yang lengkap bagi UMKM dan masyarakat perdesaan. Produk kami didesain atas dasar pemahaman mendalam tentang kebutuhan, masalah, dan solusi yang diharapkan oleh UMKM akar rumput. Perkembangan ini juga diiringi dengan semakin kuatnya tata kelola dan mitigasi risiko. Kombinasi pemahaman pasar, produk yang relevan, tata kelola, dan kemitraan dengan institusi global, menjadi fondasi Amartha untuk terus tumbuh berkelanjutan.”

Upaya penguatan layanan juga dilakukan melalui perluasan ekosistem keuangan digital. Perusahaan tersebut telah mengantongi izin dompet digital dari Bank Indonesia, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan dalam satu aplikasi, mulai dari investasi mikro, pembayaran digital, jaringan agen, hingga pengajuan pinjaman modal kerja secara cepat dan mudah. Model layanan terpadu ini dinilai selaras dengan kebutuhan UMKM akar rumput yang mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan.

Untuk menjangkau masyarakat yang belum sepenuhnya tersentuh layanan keuangan digital, dikembangkan pula jaringan berbasis komunitas melalui program AmarthaLink. Program ini memungkinkan pengguna aplikasi menawarkan layanan pembayaran digital, seperti pembelian pulsa dan pembayaran cicilan, kepada masyarakat sekitar. Hingga akhir 2025, lebih dari 50.000 pengguna telah tergabung dalam jaringan tersebut sebagai bagian dari perluasan infrastruktur digital di wilayah perdesaan.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama Amartha Rudiantara mengungkapkan potensi fintech dalam menarik kepercayaan investor internasional. “Dengan model bisnis yang jelas, perempuan pengusaha mikro sebagai target pasar spesifik, risiko manajemen yang baik serta penerapan governance (tata kelola) standar perusahaan publik menghasilkan kinerja Amartha yang solid secara fundamental. Selain meningkatkan kepercayaan bagi lebih dari 30 investor nasional maupun internasional, kinerja Amartha juga otomatis menjadi penggerak ekonomi di akar rumput.”

Secara makro, industri fintech Indonesia masih menunjukkan daya saing di mata investor global. Di tengah dinamika pendanaan asing, arus investasi internasional ke sektor fintech tercatat mencapai US$549 juta sepanjang 2024, menandakan kuatnya fondasi industri tersebut.

Selain mendatangkan investasi, keberadaan fintech turut berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Di tingkat desa, UMKM mitra binaan tercatat telah membuka lebih dari 110.000 lapangan kerja. Optimisme industri juga tercermin dari rencana 65 persen perusahaan fintech yang menyatakan akan menambah karyawan tetap, sebagai indikasi kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan sektor keuangan digital ke depan.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Musrenbangdes Sindangkarya Bahas Prioritas Pembangunan 2026

PDF 📄PANDEGLANG, DESA – NUSANTARA: Pemerintah Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menggelar …

Kades Sindang Tekan Harga Telur Lewat Budidaya Ayam Petelur

PDF 📄INDRAMAYU, DESA – NUSANTARA: Seorang kepala desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, membuktikan bahwa …

Pemangkasan Dana Desa Picu Keresahan Kades Kapuas Hulu

PDF 📄KAPUAS, HULU DESA – NUSANTARA: Penerapan kebijakan pemangkasan Dana Desa (DD) pada Tahun Anggaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *