BEKASI, DESA – NUSANTARA: Sebagai sebuah tim mahasiswa, isu keamanan digital yang sebelumnya kerap dipandang sebagai persoalan teknis dan teoritis berubah menjadi tantangan nyata setelah terjun langsung ke Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Di desa tersebut, teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga pelaku usaha desa. Gawai dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga media belajar, komunikasi, dan aktivitas ekonomi. Namun demikian, tingkat pemahaman masyarakat terhadap risiko dan pemanfaatan teknologi digital masih beragam.
Anak dan remaja tumbuh di tengah arus perkembangan teknologi yang bergerak cepat. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, terdapat risiko keamanan digital yang kerap belum disadari, seperti pencurian data pribadi, penipuan daring, hingga perundungan siber. Kondisi ini menempatkan anak dan remaja sebagai kelompok yang paling rentan terhadap ancaman digital.
Melalui interaksi langsung dengan warga, tim mahasiswa menilai bahwa literasi dan keamanan digital merupakan kebutuhan mendesak. Kurangnya pemahaman terkait perlindungan data pribadi dan etika bermedia digital berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak dan remaja.
Pengalaman di Desa Setia Mekar tersebut menjadi refleksi bahwa keamanan digital bukan sekadar isu teknologi, melainkan persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Peran keluarga, sekolah, pemerintah desa, serta pendampingan dari kalangan akademisi dinilai penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan edukatif bagi generasi muda.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara