KULONPROGO, DESA – NUSANTARA: Program Reforma Agraria mendorong kemandirian ekonomi warga Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, melalui pendampingan usaha gula semut yang mampu meningkatkan nilai tambah produk, pendapatan petani, serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional dan internasional.
Di lereng Perbukitan Menoreh, warga Desa Hargorejo kini menatap masa depan dengan optimisme baru. Sejak hadirnya program Reforma Agraria, masyarakat yang sebelumnya hanya bergantung pada hasil kebun seadanya mulai bangkit melalui pengolahan nira kelapa menjadi gula semut bernilai ekonomi tinggi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, warga tidak hanya dibekali keterampilan produksi, tetapi juga pengetahuan mengenai pengemasan, peningkatan kualitas, hingga pemasaran produk. Upaya ini membuat gula semut produksi Desa Hargorejo mampu bersaing dan diterima pasar yang lebih luas.
Program Reforma Agraria di desa tersebut berfokus pada penguatan akses aset dan akses usaha, sehingga masyarakat dapat mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Hasilnya, pendapatan petani meningkat dan ketergantungan pada tengkulak secara bertahap berkurang.
Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi, usaha gula semut juga membuka lapangan kerja baru bagi warga desa dan mendorong tumbuhnya ekonomi lokal berbasis sumber daya alam setempat.
Ke depan, program Reforma Agraria diharapkan terus memperkuat kapasitas pelaku usaha desa agar produk unggulan Desa Hargorejo semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat perdesaan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara