BOGOR, DESA – NUSANTARA: Program ini menjadi momentum strategis dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa. Sebanyak 210 wisudawan dinyatakan lulus setelah mengikuti proses pembelajaran partisipatif selama lima bulan, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2025.
Para lulusan terdiri dari 70 Kepala Desa yang berasal dari 38 kecamatan di Kabupaten Bogor serta 140 perangkat desa sebagai operator pendamping, yang mencakup 70 operator spasial dan 70 operator sosial. Selama masa pendidikan, peserta dibekali berbagai kompetensi strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan desa, transformasi desa, teknik pemetaan, hingga metode pendataan sosial.
Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pembangunan dari konsep “Membangun Desa” menjadi “Desa yang Membangun”. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 serta visi Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari tingkat desa.
“Desa kini menjadi subjek pembangunan dengan kewenangan luas dan dukungan anggaran yang besar,” tegas Hadijana.
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan keuangan desa dari Pemkab Bogor mengalami peningkatan signifikan dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar. Oleh karena itu, para pemimpin desa diingatkan untuk menjunjung tinggi prinsip good governance, meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan bahwa Program Sekolah Pemerintahan Desa merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencetak aparatur desa yang profesional dan adaptif terhadap perubahan.
“Desa adalah fondasi utama pembangunan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, hingga kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ratna Wulansari, Kepala Desa Kota Batu Kecamatan Ciomas yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik SPD Angkatan V Tahun 2025, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, pendidikan di IPB University tidak hanya membekali aparatur desa dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang profesional, transparan, dan berintegritas.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara