JAKARTA, DESA -NUSANTARA: Pemerintah terus menaruh perhatian pada penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Upaya ini dilakukan untuk mendorong kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mencatat hingga tahun 2024 terdapat lebih dari 61.000 BUMDes yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun demikian, baru sekitar 35–40 persen yang dinilai aktif dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Rendahnya tingkat keaktifan tersebut disebabkan oleh sejumlah kendala. Di antaranya keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan usaha, lemahnya inovasi bisnis berbasis potensi lokal, serta minimnya pendampingan jangka panjang bagi pengelola BUMDes.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah agar BUMDes tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi juga mampu berfungsi sebagai instrumen penguatan ekonomi desa yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara