Desa Jahitan Ubah Dana Penghargaan Jadi Usaha Batako

SERUYAN – Warga Desa Jahitan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mengembangkan usaha produksi batako sebagai sumber pendapatan sekaligus alternatif kegiatan ekonomi yang mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Usaha Bersama Cetak Batako Press Jaya Murni Sakti yang dimulai sejak 2023 tersebut dibangun menggunakan dana penghargaan sebesar Rp100 juta dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM). Penghargaan diberikan setelah Desa Jahitan tercatat sebagai desa tanpa titik api pada 2022, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (28/8/2026).

Kepala Pengurus Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sekaligus Pengelola Usaha Bersama Cetak Batako Press Jaya Murni Sakti Desa Jahitan, Rudiyanto, mengatakan usaha itu sejak awal diarahkan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

“Dibangun lah dari dana reward itu, Desa Makmur Peduli Api (DPMA). Untuk niatnya mengembangkan UMKM masyarakat,” kata dia ketika ditemui di tempat pembuatan batako press Rabu (26/8/2026).

Menurut Rudiyanto, usaha tersebut memiliki peluang pasar karena kebutuhan batako di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit cukup tinggi. Sejumlah kontraktor dan perusahaan membutuhkan batako untuk berbagai pembangunan.

Dalam setahun terakhir, usaha tersebut mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp40 juta. Semula, keuntungan direncanakan dibagi 70 persen untuk karang taruna dan 30 persen untuk desa. Namun, seluruh keuntungan kemudian diberikan kepada Karang Taruna Desa Jahitan untuk mendukung kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Permintaan batako kini juga meningkat. Pengelola mencatat pesanan mencapai 100.000 batako yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar lima bulan. Dari pesanan tersebut, keuntungan diperkirakan mencapai Rp30 juta.

“Untuk untung besar kecil itu kita jalani dulu saja, yang namanya kita kerja itu kan pasti ada untung. Ketika kualitas kita itu bagus, pasti orang akan menyerbu ke tempat kita,” ucap dia.

Dengan harga Rp3.800 per buah, tempat produksi tersebut mampu mencetak sekitar 800 hingga 1.000 batako per hari. Produksi dikerjakan enam pekerja sejak pukul 07.00 hingga 17.00.

Selain pendapatan dari produksi, pekerja juga memperoleh tambahan penghasilan melalui lembur, termasuk ketika melakukan pengantaran batako kepada pelanggan. Penghasilan pekerja disebut dapat mencapai sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan.

“Kami kasih lemburan untuk pengantaran, makannya orang yang beli batako itu saya tidak wajibkan mereka untuk ambil sendiri, wajib kami yang antar,” ucap dia.

“Dari perputaran itulah kami bisa meningkatkan UMKM di sini,” ucap dia.

Pengembangan usaha tersebut juga menghadapi kendala modal kerja. Pengelola membutuhkan dana tunai untuk membeli bahan baku dan membayar tenaga kerja. Bahkan, sejumlah pelanggan memilih membayar secara tunai agar kegiatan produksi tetap memiliki arus kas yang cukup.

“Rencana ada (penambahan) karena untuk lokasi ini saja satu hari produksi (penuh), besok sudah nggak kerja,” ucap dia.

Staf Desa Jahitan, Aminudin, mengatakan pengembangan usaha batako tidak hanya ditujukan untuk menciptakan sumber pendapatan masyarakat. Kegiatan itu juga diharapkan mengurangi praktik penebangan kayu tanpa izin yang sebelumnya sempat terjadi di desa tersebut.

Usaha bersama itu sekaligus diarahkan menjadi alternatif pekerjaan bagi warga, khususnya pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

Di sisi lain, masyarakat Desa Jahitan turut terlibat dalam pencegahan karhutla melalui patroli bersama PT GBSM. Melalui Masyarakat Peduli Api (MPA), warga juga dapat membantu penanganan titik api dengan dukungan peralatan dari perusahaan.

“Kemarin memanggil mobil pemadam kebakaran sampai malam. Ini terjadi kebakaran biasanya kalau kemarau-kemarau panjang,” ucap dia.

Pemerintah desa juga melakukan pencegahan melalui sosialisasi di grup WhatsApp dan pertemuan tatap muka. Spanduk serta papan peringatan mengenai bahaya pembakaran hutan turut dipasang di sejumlah lokasi.

Desa Jahitan dihuni sekitar 714 jiwa yang tergabung dalam 250 kartu keluarga (KK). Ancaman karhutla menjadi lebih besar ketika kemarau berlangsung panjang karena vegetasi mengering dan sumber air berkurang.

Aminudin menjelaskan, sebagian titik kebakaran di sekitar desa diduga berkaitan dengan aktivitas masyarakat di kawasan perairan yang mengalami penyurutan. Vegetasi di sekitar lokasi pencarian ikan terkadang dibakar agar ikan lebih mudah ditemukan. Aktivitas pencarian rusa juga disebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu pembakaran kawasan hutan karena rumput baru setelah pembakaran dapat menarik satwa tersebut.

“Kemungkinan satunya lagi sengaja (membakar) untuk menanam sawit gitu,” ucap dia.

Kepala Desa Jahitan, Sudarmono, mengatakan sebagian kebakaran juga dapat terjadi tanpa disengaja, terutama di kawasan yang digunakan nelayan untuk mencari ikan ketika kondisi lahan mulai mengering.

“Kadang-kadang mungkin ada yang tidak sengaja gitu kan,” ucap dia.

General Manager Region Kalteng dan Sumatera PT Triputra Agro Persada Tbk, Japatar Banjarnahor, mengatakan aktivitas manusia menjadi salah satu faktor dominan dalam terjadinya kebakaran hutan. Penyebabnya antara lain pembukaan lahan untuk pertanian, permukiman, dan perkebunan, kebiasaan membakar, konflik lahan, hingga faktor ketidaksengajaan.

“Faktor yang memperbesar risiko kebakaran ini juga memang di akhir-akhir ini banyak di lahan gambut kering semi basah di mana memang mudah terbakar dan menimbulkan asap tebal,” ucap dia.

Menurut Japatar, vegetasi kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Kondisi semakin sulit ditangani apabila lokasi kebakaran jauh dari akses jalan, memiliki medan berat, serta minim sumber air.

Ia juga menyebut kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena cuaca ekstrem El Nino turut memperpanjang periode rawan kebakaran.

“Memperpanjang musim rawan kebakaran,” ujar dia.

Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) kemudian dikembangkan untuk menggabungkan upaya pencegahan kebakaran dengan penciptaan sumber ekonomi baru di tingkat desa. Melalui Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), masyarakat memperoleh sosialisasi dan pelatihan pencegahan karhutla secara berkelanjutan.

PT GBSM juga memberikan penghargaan Desa Bebas Kebakaran kepada desa yang mampu mempertahankan wilayahnya dari kebakaran sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat. Program tersebut mencakup pembinaan, pendampingan, akses permodalan, unit usaha produktif, hingga pembangunan infrastruktur desa.

Dari sisi industri kelapa sawit, Kompartemen Hubungan Stakeholders Bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Agam Fatchurrochman, mengatakan fenomena El Nino juga berpotensi memengaruhi produktivitas kelapa sawit. Dampaknya terhadap minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dapat dirasakan beberapa bulan setelah fenomena tersebut berlangsung.

“Kebakaran itu kan (menimbulkan) kabut asap, sehingga penyinaran terhadap tumbuhan itu terganggu, tanaman juga bisa terjadi kebakaran,” imbuh dia.

Agam mengatakan perusahaan anggota Gapki berupaya mencegah dampak El Nino terhadap tanaman kelapa sawit. Namun, pembukaan lahan dengan cara membakar yang dilakukan pihak lain masih menjadi persoalan.

“Tapi yang jadi masalah masih ada pembukaan-pembukaan lahan yang dilakukan oleh pihak lain gitu, terutama untuk pertanian tradisional. Itu yang mengakibatkan kebakaran ini,” ucap dia.

Ia mengatakan upaya edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar pembukaan lahan tidak menggunakan metode pembakaran. Bantuan kepada tim pemadam kebakaran juga diberikan, termasuk melalui insentif bagi KTPA.

“Selama masih terjadi pembukaan lahan dengan cara bakar seperti ini, ini bisa berakibat buruk untuk semua,” tutup dia. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

AgroTOGA Dorong Pemanfaatan Pekarangan di Desa Dangiang

PDF 📄GARUT – Pemanfaatan lahan secara produktif dan ramah lingkungan mulai diperkenalkan kepada masyarakat Desa …

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Semarakkan HUT RI di Wonokerto

PDF 📄JAWA TENGAH – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di …

KKN-T IPB Ditutup, Desa Jatirejo Bawa Pulang Inovasi dan Digitalisasi

PDF 📄WONOGIRI – Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Desa Jatirejo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *