OKU SELATAN – Serangan hama babi hutan yang semakin merusak lahan pertanian mendorong warga Desa Durian Sembilan, Kecamatan Buay Pemaca, melakukan perburuan bersama sebagai langkah darurat melindungi hasil panen.
Aksi tersebut digelar pada Senin (6/4/2026) dengan melibatkan puluhan warga yang menyisir area perkebunan hingga kawasan hutan yang diduga menjadi habitat babi hutan. Upaya ini dilakukan setelah kerusakan tanaman semakin meluas dan mengancam mata pencaharian warga.
Kepala Desa (Kades) Durian Sembilan Koni menyatakan, perburuan dilakukan karena serangan hama sudah berada pada tingkat merugikan dan menyebabkan potensi gagal panen.
“Serangan hama babi sudah sangat merugikan warga. Banyak tanaman rusak bahkan gagal panen. Karena itu, kami berinisiatif melakukan perburuan bersama untuk menekan populasinya,” ungkapnya.
Tanaman seperti padi, jagung, dan berbagai jenis sayuran menjadi sasaran utama serangan, terutama pada malam hari saat babi hutan aktif mencari makan.
Dalam pelaksanaannya, warga tetap mengedepankan aspek keselamatan dengan menggunakan peralatan yang sesuai serta melakukan koordinasi intensif antaranggota kelompok untuk meminimalkan risiko.
Selain sebagai upaya pengendalian hama, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat desa dalam menghadapi persoalan bersama.
“Kegiatan ini sekaligus jadi ajang mempererat silaturahmi. Warga bisa berkumpul dan bekerja sama demi kepentingan bersama, terutama dalam menjaga hasil pertanian,” tambah Koni.
Meski perburuan dinilai efektif dalam jangka pendek, warga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk solusi berkelanjutan, seperti program pengendalian hama terpadu dan bantuan sarana pendukung pertanian.
Dengan langkah kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan kerugian akibat serangan babi hutan dapat ditekan serta keberlangsungan sektor pertanian tetap terjaga. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara