Warga Soroti Kualitas TPT Dana Desa di Mulyoagung

TUBAN, DESA – NUSANTARA: Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, yang dibiayai melalui APBDes 2025 dari Dana Desa (DD), menjadi perhatian warga. Proyek yang diharapkan berfungsi menjaga kestabilan tanah dan keselamatan infrastruktur desa tersebut justru memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pengerjaan dan kesesuaian material dengan spesifikasi teknis.

Sejumlah warga yang menilai pelaksanaan pembangunan TPT terkesan kurang cermat. Mereka menyoroti material batu yang digunakan sebagai komponen utama konstruksi, yang diduga tidak memenuhi standar teknis bangunan penahan tanah. Kondisi tersebut dinilai berisiko karena TPT berada di dekat jalan poros desa yang setiap hari dilalui kendaraan dengan muatan berat.

Salah satu warga setempat, Mbah Men, mengungkapkan bahwa proses pemasangan batu tidak dilakukan secara rapat dan kokoh. Bahan yang digunakan pun dinilai tidak sesuai peruntukan.

Pemasangan batunya masih beronga-ronga lalu ditutup air mani.Sekitar 60 persen batu yang dipakai itu jenis pedel, ujarnya.

Menurut warga, penggunaan batu jenis pedel dinilai tidak layak untuk konstruksi TPT yang harus menahan beban tanah dalam jangka panjang. Kekhawatiran ini diperkuat oleh pemahaman masyarakat yang menyaksikan langsung proses pembangunan sejak awal.

“Hampir semua warga di sini paham kualitas bangunan karena melihat langsung proses pengerjaannya. Sebagai masyarakat, kami punya hak untuk mengawasi pembangunan desa,” lanjutnya.

Warga berharap seluruh kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Desa benar-benar mengacu pada ketentuan peraturan-undangan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mereka menekankan pentingnya kualitas hasil pembangunan agar tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga aman dan berfungsi secara optimal.

Menurut warga, material ideal untuk TPT seharusnya menggunakan batu kali atau batu cadas agar mampu menopang tekanan tanah sekaligus mendukung sistem aliran udara. Jika spesifikasi tersebut diabaikan, mereka menilai risiko kerusakan hingga ambrolnya bangunan menjadi sangat besar.

“Kalau materialnya tidak sesuai, fungsi TPT bisa gagal. Risiko ambrol sangat besar,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, papan proyek mencantumkan pekerjaan pembangunan jalan paving dan TPT dengan panjang 87 meter dan lebar 2,5 meter. Proyek tersebut didanai Dana Desa dengan nilai anggaran sebesar Rp106.175.000.

Menangapi keluhan masyarakat, Kepala Desa Mulyoagung, Moh. Muhail, menyatakan bahwa pihak pemerintah desa akan melakukan evaluasi terhadap pekerjaan tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek masih dalam tahap pelaksanaan dan akan segera diperbaiki agar sesuai dengan fungsi yang direncanakan.

“Pekerjaan ini masih dalam masa berjalan. Kami akan segera melakukan perbaikan agar TPT aman dan berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.**

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Kepala Desa Keluhkan Tekanan Anggaran dalam Reses DPRD Bojonegoro

PDF đź“„BOJONEGORO, DESA – NUSANTARA: Tekanan kebijakan anggaran daerah yang berdampak hingga ke level pemerintahan …

KPP Watampone Perkuat Pengawasan Pajak Dana Desa

PDF đź“„BONE, DESA – NUSANTARA: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat …

Sambang Dialogis, Polsek Argapura Perkuat Harkamtibmas

PDF đź“„MAJALENGKA, DESA – NUSANTARA: Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *