FLORES, DESA – NUSANTARA: Upaya penguatan peran strategis mahasiswa dalam pembangunan berbasis pangan dan maritim mulai dipertegas melalui sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Magang Berdampak, serta Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di lingkungan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP). Kegiatan ini menjadi pijakan awal konsolidasi gagasan dan arah kebijakan pengembangan kemahasiswaan yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Sosialisasi yang berlangsung di Ruang S2 Peternakan FPKP pada Jumat sore tersebut diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), serta seluruh Himpunan Program Studi (HIMPRO) di lingkungan fakultas. Forum ini menghadirkan pimpinan fakultas dan dosen sebagai pemantik diskusi strategis terkait peran mahasiswa dalam merespons tantangan pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam arahannya, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FPKP, Dr. Tian Liufeto, menekankan pentingnya posisi mahasiswa sebagai aktor perubahan yang tidak hanya berpikir konseptual, tetapi juga menghadirkan solusi aplikatif. Ia menegaskan bahwa sektor peternakan, kelautan, dan perikanan merupakan keunggulan daerah yang memerlukan sentuhan inovasi berkelanjutan dari kalangan akademisi muda.
“Mahasiswa FPKP tidak boleh menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan pangan dan maritim melalui inovasi, penelitian, dan pengabdian yang berdampak langsung,” tegasnya.
PPK Ormawa menjadi salah satu fokus utama sosialisasi. Para narasumber memaparkan delapan pilar strategi desa binaan yang dinilai membuka ruang luas bagi organisasi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penguatan kapasitas desa. Pilar tersebut mencakup Desa Digital, Desa Wisata, Desa Wirausaha, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Tangguh Bencana, Desa Hutan/Pesisir, serta Desa Inovasi Pertanian dan Perikanan. Kerangka ini diharapkan mampu mendorong transformasi desa secara holistik dan berkelanjutan.
Wakil Dekan I kembali menegaskan bahwa PPK Ormawa tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menghasilkan perubahan konkret di tingkat tapak.
“Kita tidak ingin ormawa hanya sibuk dengan acara. PPK Ormawa harus mampu mengubah wajah desa peternakan, pertanian, dan pesisir melalui delapan pintu inovasi ini,” ujarnya.
Selain membahas PPK Ormawa, forum ini juga menjadi pintu awal persiapan menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026. Melalui penguatan Program Kreativitas Mahasiswa, mahasiswa didorong untuk lebih serius dan terarah dalam menyusun proposal yang kompetitif. Salah satu narasumber, Dr. Fidelis Nitti, membagikan pengalamannya dalam mendampingi tim PKM hingga lolos ke tingkat nasional, sekaligus memotivasi peserta untuk membangun gagasan yang kolaboratif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan kolaborasi lintas disiplin turut menjadi sorotan, terutama antara bidang peternakan, pertanian, dan kelautan. Sinergi keilmuan ini dipandang penting untuk melahirkan riset dan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga responsif terhadap tantangan nasional di bidang pangan dan kemaritiman.
Keseriusan fakultas dalam mendampingi mahasiswa ditegaskan melalui komitmen dukungan administratif dan anggaran. Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Imanuel Benu, menekankan bahwa institusi siap memfasilitasi kebutuhan teknis agar mahasiswa dapat fokus pada pengembangan ide dan prestasi.
“Administrasi dan anggaran Dukungan akan kami siapkan. Sekarang bola ada di tangan mahasiswa untuk berani berkreasi dan berprestasi,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi interaktif yang merumuskan komitmen bersama antara pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa. Komitmen tersebut diarahkan untuk menjadikan FPKP sebagai pusat lahirnya prestasi mahasiswa di tingkat nasional pada 2026, melalui optimalisasi PPK Ormawa, PKM, dan berbagai program penguatan kompetensi lainnya.[]
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara