BREBES, DESA – NUSANTARA: Menjelang pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, denyut ekonomi mulai terasa di Desa Cikuya, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Aktivitas persiapan kegiatan TMMD membawa peluang tersendiri bagi para pedagang kecil yang mencoba peruntungan di lokasi sasaran program tersebut.
Salah satunya adalah Mashudi (35), pedagang bakso bakar asal Desa Kubangjati. Ia memilih mendekat ke pusat kegiatan TMMD dengan membuka lapak di Poskamling depan Balai Desa Cikuya, lokasi yang kini menjadi titik pertemuan warga sekaligus area aktivitas Satgas TNI.
Keputusan Mashudi berjualan di Desa Cikuya bukan tanpa alasan. Informasi mengenai rencana upacara pembukaan TMMD pada 10 Februari 2026 menjadi daya tarik tersendiri. Sejak beberapa hari terakhir, kawasan Balai Desa Cikuya terlihat semakin ramai oleh warga dan persiapan kegiatan.
Meski harus meninggalkan kampung halamannya sementara waktu, Mashudi tetap mempertahankan harga jual yang ramah di kantong. Strategi tersebut membuat dagangannya cepat diminati, terutama oleh anak-anak sekolah dan warga sekitar yang melintas di lokasi tersebut.
“Sengaja saya ke sini karena infonya ada pembukaan TMMD tanggal 10 besok. Alhamdulillah, warga dan anak-anak sekolah di Cikuya sangat antusias. Jualan di depan Balai Desa ini strategis karena ramai orang lewat,” ujar Mashudi di sela kesibukannya membakar bakso.
Kehadiran pedagang kecil seperti Mashudi menunjukkan bahwa program TMMD tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik desa, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Ramainya aktivitas proyek dan persiapan kegiatan menarik minat pelaku usaha kecil untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Hingga hari ini, dagangan Mashudi selalu habis terjual sebelum malam tiba. Program TMMD diharapkan tidak hanya mengubah kondisi infrastruktur Desa Cikuya, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara