SUMENEP, DESA – NUSANTARA: Upaya peningkatan kapasitas petani terus diperkuat melalui kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasongsongan kembali turun langsung ke Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, guna memberikan pendampingan intensif kepada para petani setempat.
Kegiatan penyuluhan ini diarahkan untuk mendorong petani agar mampu mengelola usaha tani secara lebih produktif, efisien, dan berorientasi keberlanjutan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas peningkatan hasil panen, tetapi juga penguatan pemahaman petani terhadap pengelolaan usaha tani secara menyeluruh.
Dalam penyampaiannya, PPL BPP Pasongsongan, Syaiful Bahri, menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang tepat, pemeliharaan lahan yang efektif, serta pemanfaatan teknologi pertanian tepat guna sebagai solusi menghadapi dinamika kondisi alam dan tantangan produksi.
“Kami ingin petani tidak hanya sekadar menanam, tapi juga memahami manajemen risiko dan efisiensi biaya. Dengan teknologi yang tepat, hasil panen bisa maksimal meski cuaca berubah-ubah,” tegas Syaiful.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog dua arah antara penyuluh dan petani. Berbagai persoalan lapangan disampaikan langsung oleh petani, mulai dari serangan hama dan penyakit tanaman hingga keterbatasan akses terhadap sarana dan prasarana produksi pertanian.
Koordinator Penyuluh BPP Pasongsongan, Ahmad Molyono, S.P., M.M.A., menyampaikan bahwa peran penyuluh tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan di ruang diskusi, tetapi berlanjut melalui pendampingan berkelanjutan hingga masa panen. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan penerapan materi di lapangan berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara