REMBANG – Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Desa Telgawah, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4/2026) sore, menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga, fasilitas usaha, hingga tumbangnya pepohonan yang sempat menutup akses jalan di beberapa titik.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Kepala Desa Telgawah, Pardi, menyebutkan bahwa angin datang dengan kecepatan tinggi hingga merusak atap rumah warga serta bangunan di sekitar permukiman. “Saat hujan deras dan angin kencang, warga ya berteduh di tempat yang aman, ada juga yang menyelamatkan diri mas, ketakutan melihat situasi seperti itu. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Di kawasan gapura masuk desa, deretan kios pedagang dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara gazebo di area tersebut porak-poranda tersapu angin. Sejumlah pohon juga tumbang dan menutup akses jalan, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, Pardi menambahkan bahwa sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, bahkan terdapat bangunan kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Telgawah yang turut ambruk akibat terpaan angin kencang. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh ternak di dalam kandang dalam kondisi selamat. “Kandang ayam petelur tersebut milik Bumdes Telgawah. Namun alhamdulillah untuk ternaknya aman,” kata Kades.
Dampak cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Kecamatan Gunem, tetapi juga dilaporkan meluas ke Kecamatan Pamotan. Di Desa Pragen, pohon tumbang menutup akses jalan utama hingga menyebabkan gangguan lalu lintas dan aktivitas warga setempat.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk menangani dampak bencana di beberapa titik. Petugas juga berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta melakukan pendataan kerusakan. “Langsung kami turunkan tim, dan koordinasi dengan pihak PLN. Fokusnya membantu penanganan pohon tumbang di Desa Sendangmulyo Kecamatan Gunem dan Desa Pragen Kecamatan Pamotan, agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, sekaligus pendataan kerusakan akibat bencana,” terang Luthfi.
Hingga kini, warga bersama aparat desa masih melakukan kerja bakti membersihkan puing dan material pohon tumbang, sembari menunggu bantuan lanjutan untuk pemulihan infrastruktur desa yang terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara