Desa Lokki di Seram Barat Simpan Sejarah Migrasi yang Unik

SERAM BAGIAN BARAT – Desa Lokki di ujung barat Pulau Seram, Kabupaten Seram Bagian Barat, menyimpan jejak sejarah migrasi yang membentuk identitas masyarakatnya sebagai percampuran budaya Maluku Tengah, bukan berasal dari suku asli Pulau Seram.

Kajian sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Desa Lokki berasal dari wilayah Kepulauan Uli-Hata, terutama Pulau Haruku, Saparua, dan Ambon. Perpindahan tersebut diduga terjadi akibat konflik regional, dampak kolonialisme, serta pergeseran wilayah petuanan adat pada masa lalu.

Identitas ini diperkuat melalui penggunaan marga atau fam seperti Mustamu, Pesulima, Mailuhu, dan Pattikayhatu yang memiliki keterkaitan kuat dengan wilayah Saparua dan Haruku. Selain itu, masyarakat Lokki tidak memiliki bahasa asli yang terdaftar sebagai bahasa suku di Pulau Seram, sehingga mempertegas latar belakang mereka sebagai komunitas pendatang yang beradaptasi.

Dalam catatan sejarah adat, Desa Lokki juga memiliki keterkaitan dengan Negeri Luhu yang mengklaim wilayah tersebut sebagai bagian dari petuanannya. Hal ini menunjukkan adanya hubungan historis yang lebih erat dengan kawasan Huamual dibandingkan dengan kelompok suku asli Seram.

Pada masa kolonial, wilayah Lokki berkembang sebagai kawasan perkebunan yang mendatangkan tenaga kerja dari berbagai daerah, sehingga memperkuat proses akulturasi budaya di desa tersebut.

Fenomena ini menjadikan Desa Lokki sebagai representasi pertemuan budaya yang dinamis di Maluku. Keberagaman latar belakang masyarakatnya mencerminkan proses integrasi sosial yang berlangsung secara panjang dan berkelanjutan.

Kajian tersebut juga menekankan bahwa ketiadaan bahasa asli bukan merupakan kelemahan, melainkan ciri khas yang memperlihatkan peran Lokki sebagai penghubung budaya antara wilayah Ambon, Lease, dan Seram.

Sejumlah rekomendasi turut disampaikan untuk memperkuat pemahaman sejarah desa, antara lain perlunya penelusuran silsilah fam oleh instansi terkait, serta dialog adat terbuka guna menyelesaikan potensi konflik petuanan secara damai. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga harmoni sosial masyarakat di Desa Lokki ke depan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Terdampak Banjir Terima Bantuan Sembako dari Desa

PDF 📄PONDOK SUGUH – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Karya Mulya, Kecamatan Pondok Suguh, …

Anggaran DD Menyusut, Pulai Payung Hanya Bangun 3 Proyek

PDF 📄IPUH – Keterbatasan anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2026 memaksa Pemerintah Desa …

14 Warga Tanjung Alai Nikmati BLT-DD Triwulan Pertama

PDF 📄LUBUK PINANG – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) triwulan pertama di Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *