TAKALAR – Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, mengakselerasi pembangunan berbasis potensi lokal dengan fokus pada penguatan sektor perikanan, pertanian, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala Desa (Kades) Soreang, Usman, menyampaikan bahwa seluruh program pembangunan disusun melalui mekanisme musyawarah berjenjang dari tingkat dusun hingga desa. Perencanaan tersebut kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. “Semua program yang dijalankan merupakan amanah dari dana negara, sehingga pengelolaannya harus tepat sasaran, transparan, dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Sejumlah pembangunan infrastruktur telah direalisasikan, di antaranya pembangunan plat deker di Dusun Lampang dan Taipa, pemasangan lampu penerangan jalan di seluruh dusun, serta rehabilitasi pos pelayanan terpadu (Posyandu). Program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan dasar bagi masyarakat desa.
Selain itu, pengadaan tenda dan kursi turut membantu warga dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tanpa biaya tambahan. “Penerangan jalan juga sangat membantu, terutama di titik-titik yang sebelumnya dianggap rawan,” tambahnya.
Di sektor ekonomi, Desa Soreang mengandalkan potensi perikanan seperti budidaya ikan bandeng, rumput laut, serta produksi garam rakyat sebagai penggerak utama. Pemerintah desa juga mendorong pengembangan UMKM, mulai dari usaha kuliner hingga meubel, melalui pelatihan teknologi tepat guna (TTG) dan bantuan peralatan produksi.
Upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat juga dilakukan melalui program penanganan stunting dengan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil, serta pemanfaatan sumber daya lokal sebagai asupan gizi. Bantuan langsung tunai (BLT) turut disalurkan untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem.
Dalam hal tata kelola, pemerintah desa menekankan transparansi anggaran melalui pemasangan papan proyek serta publikasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Meski demikian, keterbatasan anggaran akibat penyesuaian kebijakan nasional masih menjadi tantangan. Beberapa program fisik sempat tertunda, sehingga desa menerapkan strategi prioritas dan efisiensi, termasuk mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta menjalin kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility / CSR).
Memasuki 2026, Desa Soreang mulai mengembangkan konsep “Desa Digital” melalui penyediaan Pojok Internet Desa (Poindes) untuk mendukung pelayanan publik dan pemasaran produk lokal. Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), guna meningkatkan daya saing.
“Pembangunan desa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan, kami yakin Desa Soreang bisa menjadi lebih maju dan mandiri,” tutup Usman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara