MAKASSAR – Program makan bergizi gratis dinilai berpotensi menjadi pengungkit utama ekonomi pedesaan dengan menciptakan perputaran besar di sektor pangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut program tersebut mampu menggerakkan aktivitas ekonomi dari tingkat produksi hingga distribusi, terutama di wilayah desa.
Dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin, Mentan menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berdampak luas terhadap peningkatan permintaan komoditas pangan seperti sayuran, ayam, dan telur.
“MBG jangan lihat berdiri sendiri. MBG ini penggerak ekonomi di desa. Jadi, menggerakkan ekonomi yang hortikultura sayur-sayuran, penjual ayam, telur, ini bergerak semua dari hulu sampai hilir,” kata Amran.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan pangan dari program tersebut secara langsung mendorong produktivitas petani hortikultura dan peternak di pedesaan. Dampak ini menciptakan efek berantai yang memperkuat berbagai sektor usaha kecil dan menengah.
Selain sektor pertanian, lanjutnya, aktivitas di bidang peternakan juga mengalami lonjakan, terutama pada komoditas unggas dan telur yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok program tersebut.
“Berapa juta peternak kita? Ada 3,8 juta. Ini bergerak semua, dari unggas, sapi, kambing dan seterusnya. Nah, ini bergerak semua. Jangan lihat berdiri sendiri. Bayangkan kalau Rp300 triliun bergerak di desa,” tutur Amran.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai sektor mulai dari produksi, distribusi, hingga perdagangan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung. Kondisi ini dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program makan bergizi gratis, menurut Mentan, juga berpotensi menghasilkan perputaran ekonomi hingga ratusan triliun rupiah yang sebagian besar akan beredar di wilayah pedesaan. Hal ini menjadikan program tersebut sebagai salah satu strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara